Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengapresiasi kerja keras Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan yang telah bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa program percepatan penurunan stunting harus menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran daerah.
Sementara itu, dalam laporannya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka, S.IP, Rakor ini bertujuan untuk memperkuat komitmen lintas sektor, merumuskan rencana kerja yang lebih efektif, serta mengoptimalkan pemanfaatan data keluarga sebagai dasar kebijakan percepatan penurunan stunting."Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi balita stunting di Kabupaten Buleleng telah menurun menjadi 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 11,0%. Meskipun demikian, masih ada tantangan yang perlu kita hadapi, terutama dalam meningkatkan kehadiran balita di Posyandu," ujar Riang Pustaka. Rakor ini juga menghadirkan berbagai diskusi strategis, termasuk pemaparan dari Wakil TPPS 1 Sekda Suyasa tentang sinergi percepatan penurunan stunting melalui Program GENTING. @gus










