Di samping dessert wine yang dilombakan, produk olahan lain seperti jus, kombucha, dan selai juga diproduksi oleh perusahaan yang beralamat di Seririt ini. Bahkan kerja sama pun dilakukan dengan Kelompok Wanita Tani Anggur Wira Grape Sejahtera yang berlokasi di Desa Lokapaksa.”Para petani saat panen berlebih kan anggurnya jadi termanfaatkan di kita. Jadi kita olah menjadi lebih bernilai jual. Apalagi anggur Buleleng jenis Alphonsogrape ini banyak manfaatnya untuk Kesehatan,”ungkap Pandu.
Tidak hanya itu, legalitas pun dilengkapi melalui hak atas kekayaan intelektual (HAKI), badan hukum CV, uji BPOM, dan sertifikasi halal.”HAKI dan perizinan sudah lengkap semua. Astungkara untuk tahun ini BPOM dan sertifikasi halal sudah jadi,”kata Pandu.
Pemasaran dilaksanakan dengan cara konvensional seperti di toko offline dan event UMKM, serta secara online melalui marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Tiktokshop. Terkadang, Pandu juga mengirimkan produknya secara langsung kepada pelanggan melalui pesanan yang diterima via WhatsApp.
Pelanggan Bulde Wine tidak hanya berasal dari lokal Kabupaten Buleleng, tapi juga dari daerah Bali Selatan seperti Nusa Dua, Kuta, dan Denpasar. Bahkan pengiriman produk juga dilakukan ke luar Bali seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
Melalui Bulde Wine, Pandu berharap bisa menunjukkan kepada dunia bahwa anggur lokal Buleleng tidak kalah dengan produk luar negeri. Ia pun berharap kerja sama yang terjalin makin solid, karena dukungan dari segi legalitas dan pemasaran sangat dibutuhkan oleh Bulde Wine. @gus










