Sementara, Sekda I Gede Susila mengatakan bahwa Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa daerah yang dipergunakan oleh masyarakat Bali dan Bahasa yang pertama kalinya atau Bahasa Ibu yang dipakai oleh masyarakat Bali untuk sarana komunikasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.
“Sebagai Bahasa Ibu, Bahasa Bali mempunyai kegunaan sebagai lambing kebanggaan daerah masyarakat Bali, lambing identitas Bali dan masyarakat Bali, sarana penghubung di keluarga dan masyarakat serta pendukung sastra daerah dan sastra Indonesia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Bahasa Bali dan Budaya Bali merupakan satu kesatuan yang sangat lekat. Bahasa Bali merupakan akar budaya Bali. Ia menambahkan, Pulau Bali terkenal di mancanegara dan menjadi tujuan wisata para wisatawan karena akar budaya Bali yang kental dan adiluhung serta budaya Bali tak lepas dari Bahasa, sastra dan aksara Bali. “Bahasa, Sastra dan Aksara Bali merupakan warisan dari leluhur kita yang harus kita jaga, agar tetap ajeg dan lestari,” harap Susila.
Apalagi di era globalisasi ini, Bali sebagai daerah tujuan wisata budaya, dikatakannya, banyak wisatawan asing ataupun lokal yang datang menikmati indahnya Bali. Dan hal itu sedikit tidaknya akan mempengaruhi budaya Bali. “Untuk itu, Pemkab Tabanan sangat menyambut baik acara ini demi keajegan dan kelestarian Bahasa, Sastra dan Aksara Bali yang harus selalu dijaga agar tidak tergerus perkembangan jaman globalisasi saat ini,” imbuhnya. (kdk).










