Ketua PHRI Bali, Cok Ace menyampaikan, hasil dari Rakercab akan sangat berguna untuk pengembangan PHRI ke depannya. “Tanggal 9-11 kami akan melaksanakan rakerda terkait program kerja. Masukan teman-teman PHRI Badung akan kami rangkum dan kami bawa ke Jakarta nantinya,” ungkapnya.
Selaku Wakil Gubernur, Cok Ace mengingatkan pembangunan Bali sesuai konsep Nangun Sat Kertih Loka Bali. Ia berharap pembangunan pariwisata sejalan dengan enam konsep tersebut. “Juga agar pembangunan pariwisata Bali sesuai dengan prinsip satu pulau satu tata kelola,” tegasnya.
Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 400 orang peserta. Tema yang diangkat adalah ‘Synergy and Harmony, Quality Tourism Development in Badung’. “Ini rakercab yang terbesar di Bali, bahkan di Indonesia, karena pesertanya hingga 400 orang,” ungkapnya.
Sesuai tema, Suryawijaya berharap, berbagai hal bisa dikoordinasikan dan disinergikan menuju pariwisata yang berkualitas. Pasalnya, kata dia, pariwisata sangat sensitif.
“Sedikit saja ada guncangan, akan turun. Jadi diperlukan kerja keras dan sinergitas untuk menjaga stabilitas pariwisata,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Yoga Iswara menyampaikan Rakercab tersebut sangat penting untuk menyinergikan para pemangku kepentingan, mulai dari pribadi, kelompok, asosiasi, serta pemerintah.
“Rakercab juga bertujuan untuk mendapatkan arahan dari Bapak Bupati Badung tentang kapasitas PHRI Badung dalam mendongkrak pembangunan Badung,” jelasnya. put)










