Baginya, Pilpres tahun 2019 sangat berbeda pada Pilpres 2014. Sehingga, relawan optimis mampu meraup lebih banyak suara di Provinsi Bali.
"Beda di 2019, kita sangat optimis. Karena kita lihat tadi yang bergerak, animonya bukan hanya milik partai koalisi tapi ini juga milik bagi gerakan masyarakat. Ini yang paling utama. Ya menang di Indonesia, menang di Bali," ucapnya.
Di sisi lain, Direktur Relawan Prabowo-Sandi Bali, Fabian Andrianto Cornelis menjelaskan bahwa untuk semakin menarik simpati masyarakat. Pihaknya merencanakan kembali akan mengundang Prabowo-Sandi ke Bali.
Pihaknya merencanakan kedua tokoh itu akan hadir pada Bulan Februari 2019 mendatang. "Kami memang dari relawan yang ingin memfasilitasi pertemuan Prabowo-Sandiaga dengan rakyat. Jadi, tidak hanya berbagi suka duka dengan kader tapi juga kepada rakyat," ucapnya.
Rencananya, Cawapres Sandiaga Salahuddin Un akan berkunjung pada pertengahan Februari 2019 ke lima kabupaten/kota, diantaranya Kota Denpasar, Jembrana Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar. Sedangkan, untuk Capres Prabowo sendiri direncanakan hadir pada akhir Februari 2019 nanti.
"Nanti Bang SSU akan kami rencanakan di lima titik. Kalau Pak Prabowo akhir Februari, tapi kami masih tunggu dari pusat untuk yang Pak Prabowo nya," terangnya.
Dengan kunjungan itu, ia optimistis suara capres-cawapres itu akan naik hingga 35 persen. Suara ini akan naik sekitar 8 persen dibandingkan pilpres tahun 2014 lalu sekitar 27,8 persen. Terakhir, Fabian sesumbar jika Pasangan Prabowo-Sandi yang selama ini dianggap tak memiliki gaung di Bali tak kalah dengan Pasangan Jokowi-Ma’ruf. “Kalau Prabowo-Sandi adem ayem di Bali, kita akan buktikan,” pungkasnya. (her)










