Untuk itu lanjut Wijaya, dalam rangka mensukseskan penerapan sistem ini, pihaknya mengundang para pihak yang menangani kepegawaian di OPD masing-masing. Dengan harapan, mereka memiliki pengertian yang sama untuk itu. Sehingga, pada saat sistem ini nantinya diterapkan, tentu tidak terlalu banyak menemui kendala.
"Yang penting saat ini masing-masing OPD mohon sudah bersiap siap. Salah satunya, tata profil pegawai yang tersimpan di Simpeg, agar di cek kembali. Bila ada yang salah, keliru, bahkan tidak update, agar dilakukan penyesuaian untuk updating data," katanya mengingatkan.
Upaya updating data ini lanjuti Wijaya, sangat penting, karena apabila data itu belum update, dan bila sistem ini sudah diterapkan, maka apa yang tercantum di dalam data Simpeg, maka data itu saja yang akan dibaca. Untuk itu, pihaknya mengingatkan lebih awal, bila datanya tidak update, agar segera disesuaikan.
"Inilah yang menjadi wanti-wanti kita, bahwa data kepegawaian ini aga benar benar update. Meski kami akui, dalam mengelola data kepegawaian ini, tidak mudah. Tapi apapun itu, walaupun nanti tidak sempurna data kita, aplikasi ini akan tetap diterapkan sebagai alat untuk menghasilkan bahan pertimbangan untuk pimpinan," ucapnya.W-004










