Sebagai informasi, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia Prevalensi Stunting di Kabupaten Karangasem telah turun sebanyak 2,8 persen dari yang sebelumnya 9,2 persen menjadi 6,4 persen.
Kendati demikian, Ny Nuriasih Dana tetap semangat dalam mengentaskan stunting dan menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga makanan bergizi serta pola asuh yang baik.
“Ini merupakan wujud percepatan penurunan stunting dengan memberikan intervensi secara langsung kepada 100 peserta yang hadir yang terdiri dari 50 balita kurang gizi dan 50 balita berisiko stunting karena tumbuh yang tidak sesuai dengan umurnya,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom sekaligus menyampaikan sosialisasi terkait pencegahan stunting secara langsung kepada masyarakat.
Anom mengimbau kepada seluruh masyarakat agar rajin datang ke posyandu untuk melihat tumbuh kembang anak dan juga mengingatkan untuk segera melakukan vaksin polio sebanyak dua kali.
“Vaksin ini dilakukan sebanyak dua kali, saya harap balita di sini sudah semua menerima vaksin polio, jangan sampai anak kita terkena polio ini sangat berbahaya. Kemudian terkait stunting saya berharap agar kader posyandu mampu dan wajin mensosialisasikan stunting serta melakukan kunjungan ke rumah keluarga yang terindikasi berisko stunting agar tetap diketahui kondisinya,” jelas Anom.
Anom menambahkan, stunting dapat dicegah melalui pemberian asupan gizi yang baik. Selain sosialisasi, kegiatan ini dirangkaikan dengan pelayanan KB kepada 20 akseptor yang terdiri dari IUD, KB implant dan bongkar pasang KB dan juga penyerahan berupa telur yang secara simbolis diserahkan oleh Ketua Pokja Ketahanan Keluarga dan pencegahan stunting, Made Billy Udiana Sudibia.










