BKKBN Bali Gelar Promosi Genre, Wujudkan Ketahanan Remaja Menuju Indonesia Emas

Ketahanan remaja yang dimaksud adalah remaja yang memiliki pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, menghindari perilaku negatif seperti seks bebas, pernikahan dini dan NAPZA (Triad KRR) yang dapat berujung pada meningkatnya resiko HIV-AIDS.

 Save as PDF

Talk show “Promosi Genre dalam Momentum Peringatan Hari AIDS tahun 2022”

 

SINGARAJA – fajarbali.com | Serangkaian peringatan Hari AIDS sedunia, Badan Kependudukan dan Perwakilan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali menggelar “Promosi Genre dalam Momentum Peringatan Hari AIDS tahun 2022”.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talk show tersebut berlangsung di Gedung Sasana Budaya, Singaraja, Buleleng, Rabu (7/12), dan disiarkan live streaming di kanal YouTube BKKBN Bali. Turut dimeriahkan penampilan Kiss Band, salah satu grup musik lokal yang digandrungi remaja Pulau Dewata.

Kepala Perwakilan BKKBN Bali yang diwakili Sekretaris I Made Arnawa menjelaskan, latar belakang kegiatan ini untuk mewujudkan remaja yang mampu mengisi bonus demografi yang merupakan generasi emas Indonesia, remaja haruslah memiliki ketahanan remaja.

Ketahanan remaja yang dimaksud adalah remaja yang memiliki pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, menghindari perilaku negatif seperti seks bebas, pernikahan dini dan NAPZA (Triad KRR) yang dapat berujung pada meningkatnya resiko HIV-AIDS.

“HIV dan AIDS masih menjadi isu kesehatan yang ramai diperbincangkan. Infeksi karena virus ini diyakini lebih rentan terjadi pada usia remaja. Ini menjadi bukti bahwa remaja menjadi kelompok usia yang paling rentan mengalami infeksi HIV dan mengidap AIDS,” terang Arnawa.

HIV pada remaja, lanjut Arnawa, juga dikaitkan dengan kurangnya edukasi pada remaja tentang tubuh mereka, baik dari segi fisik maupun mental hingga mengetahui bagaimana menjalin hubungan yang sehat dengan lawan jenis.

Sehingga, BKKBN sebagai salah satu instansi yang berpartisipasi aktif dalam membantu dan membina menyiapkan masa depan remaja agar dapat merencanakan kehidupan berkeluarga serta menjawab tantangan yang terjadi pada remaja, melaksanakan Program GENRE (Generasi Berencana).

“Remaja Genre berkumpul dalam wadah Forum Genre yang berada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali. Mereka diharapkan menjadi media promosi program pemerintah dan mampu membawa pengaruh positif di kalangan remaja sebayanya,” lanjut dia.

Melalui momentum peringatan hari AIDS, BKKBN mengajak seluruh remaja untuk bekerja bersama dalam pencegahan dan pengendalian HIV menuju tercapainya Ending AIDS 2030

“Tema Peringatan World AIDS Day 2022 adalah: Stop Inequality Prove Your Quality. Tema ini diangkat sebagai seruan bersama untuk tidak mendiskriminasikan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) serta mengedepankan Jauhi Virusnya bukan Orangnya,” bebernya.

Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Buleleng, Nyoman Riang Pustaka berpendapat, tema yang diusung dalam kegiatan ini sangat tepat menjadi seruan bersama untuk tidak mendiskriminasikan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Kita semua setara. Mari saling merangkul dan mendukung, berprestasi dan berkontribusi untuk remaja Bali dan khususnya remaja Buleleng yang sehat, cerdas, ceria dan berencana,” ajak Riang Pustaka membacakan sambutan Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.

Riang Pustaka melanjutkan, remaja adalah masa yang paling menyenangkan dari bagian hidup manusia. Pada masa remaja manusia mengalami perubahan atau transisi baik secara jasmani dan rohani, fisik dan psikis, untuk mencari jati diri yang ada dalam dirinya.

 “Pada masa ini kita seakan ingin mencoba dan mencari tahu segala hal. Memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar, sehingga apabila salah langkah pada masa ini akan bersifat fatal untuk masa depan,” tegasnya.

Di sinilah, menurut dia, pentingnya fundamental yang kuat dengan penguatan hidup penuh perencanaan. Terlebih lagi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, remaja haruslah memiliki ketahanan remaja.

Ketahanan remaja yang dimaksud adalah remaja yang memiliki pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, menghindari perilaku negatif seperti seks bebas, pernikahan dini dan NAPZA (Triad KRR) serta memiliki perencanaan masa depan yang mapan dan matang.

“Menjadi seorang remaja bukanlah suatu hal yang mudah, namun setiap manusia harus mampu melewati tahap ini dengan baik. ditengah pencarian jati diri tak ayal kita menemui rintangan dan permasalahan yang sangat kompleks salah satunya yaitu bahaya kenakalan remaja mulai dari penyalahgunaan narkoba,mengonsumsi minuman keras, seks pra nikah, atau bahkan tindakan kriminal,” imbuh Riang Pustaka.

Salah satu ancaman kenakalan remaja adalah seksualitas. Dari perilaku seks sejak remaja, banyak risiko yang menunggu diantaranya; Kehamilan yang tidak  diinginkan (KTD), pernikahan dini, Penyakit Menular Seksual (PMS) dan juga risiko HIV/AIDS.

Masih kata Riang Pustaka, di Bali sendiri pencegahan dan penanganan kasus HIV/AIDS sudah berjalan dengan cukup baik. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, kasus HIV berhasil ditekan dari 2.225 kasus di tahun 2019 menjadi 1.576 di tahun 2021.

Dan berdasarkan perkembangan data per September 2022, terdapat 1.344 kasus di seluruh Bali. Dari jumlah tersebut, Kota Denpasar terdata memiliki kasus tertinggi sebesar 44% disusul Badung sebesar 21% dan Buleleng di peringkat ketiga dengan 12%.  

“Meskipun secara data, kasus HIV dapat ditekan, namun perlu kita waspadai bersama bahwa penyebaran HIV/AIDS ini sangat sulit terdeteksi. Di sinilah peran penting remaja sebagai agen perubahan perilaku di tengah masyarakat,” pungkas Riang Pustaka. (rl)

 Save as PDF

Next Post

Pemeriksaan Saksi Tuntas, Sidang Kasus Dugaan Pencabulan Anak Masuk Agenda Tuntutan

Rab Des 7 , 2022
Dengan demikian, sidang pada hari Kamis tanggal 8 November 2022 besok sudah masuk pada agenda tuntutan jaksa,”
1063616573-db4d1006

Berita Lainnya