Lebih lanjut, Anom menambahkan himbauan kepada calon pengantin (catin) untuk melaporkan dan memeriksakan kesehatannya agar jika ditemukan kondisi catin yang berisiko stunting untuk segera didampingi.
Kepala Perwakilan BKKBN Bali Sarles Brabar, menyerahkan telur untuk warga.
Catin, kata dia, perlu dipersiapan melalui pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan ini juga simpel saja hanya pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), tinggi badan, berat badan dan Lingkar lengan atas untuk mendeteksi apakah catin anemia atau kekurangan gizi sehingga jika ditemukan risiko stunting bisa langsung didampingi.
Sementara itu, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya Pj. Ketua TP PKK menjelaskan bahwa kegiatan berkunjung dan berbagi di Gianyar ini menyasar balita dengan gejala gangguan tumbuh kembang berisiko stunting dan balita stunting dengan memberi paket bantuan yang berisi beras 10 kg, susu 6 kotak, telur 1 krat, sikat dan pasta gigi 1 set.
“Kepala lintas sektor yang ikut berkolaborasi, saya menyampaikan terima kasih dan semoga selalu dapat bersinergi untuk bersama-sama bergerak dalam pencegahan stunting ini,” kata Ny. Ida Mahendra memungkasi.










