Secara keseluruhan, data usia UTXO IntoTheBlock mengindikasikan situasi saat ini yang masih belum mendekati periode peak bagi harga Bitcoin dengan komposisi short term holder, yakni mereka yang memiliki dan menyimpan Bitcoin selama kurang dari 12 bulan, masih berada di angka 36,12%. “Angka tersebut masih relatif cukup jauh jika dibandingkan dengan situasi yang terjadi pada periode puncak siklus bullish sebelumnya pada 8 November 2021 di mana komposisi holder Bitcoin di bawah 12 bulan berada di angka 45,53%,” ungkapnya.
Berbeda dengan indikator UTXO IntoTheBlock, indikator Euforia Bitcoin CryptoQuant mengindikasikan dua potensi kemungkinan yang saling bertolak belakang. “Indikator yang mengukur euforia pasar melalui komposisi pemilik Bitcoin yang berada pada situasi profit tersebut memvalidasi sedang terjadinya situasi price discovery. CEO CryptoQuant melalui cuitannya di media sosial X turut menyatakan bahwa situasi yang dipaparkan oleh indikator tersebut dapat diartikan sebagai peak dari reli yang sedang terjadi atau justru bottom dari reli parabolik yang mungkin akan terjadi,” kata Fahmi.
Oleh karena itu, Fahmi menjelaskan di tengah potensi positif dan koreksi tersebut, investor perlu memantau kondisi pasar secara lebih seksama. “Penting bagi investor untuk melakukan riset dan analisis yang baik guna memilih aset dengan potensi pertumbuhan dan tingkat risiko yang sesuai dengan profil investasi masing-masing. Bagi investor yang cenderung mengutamakan fundamental suatu aset, dapat berinvestasi di aset crypto yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas yang besar. Reku turut menyediakan fitur Reku Packs di mana investor bisa berinvestasi pada berbagai crypto blue chip termasuk Bitcoin dalam sekali swipe untuk memudahkan diversifikasi,” jelasnya.










