Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan pelaksanaan Bhakti Penganyar setiap tahunnya sebagai bagian dari hubungan spiritual yang erat antara masyarakat Bali dan keberadaan Pura Mandhara Giri Semeru Agung, yang menjadi simbol pemujaan terhadap Gunung Semeru sebagai Mahameru dalam konsep keagamaan Hindu. “Hubungan spiritual antara Bali dengan Pura Mandhara Giri Semeru Agung tidak bisa diputuskan. Karena itu, kami akan terus melanjutkan kegiatan ini sebagai bentuk rasa bhakti dan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.
Seperti diketahui Karya di Pura Mandhara Giri Semeru Agung akan berlangsung selama 11 hari. Puncak karya rahina Purnama Kasa, Kamis 10 Juli 2025 dan akan mesineb Senin 21 Juli mendatang.W-004










