Irfan menyebut, ekosistem laut memainkan peran penting dalam melestarikan kehidupan di bumi. Dan Bali Ocean Days mendorong lahirnya gerakan sosial, menyerukan kesadaran akan lingkungan, mengubah janji dan menjadikan tindakan nyata.
Sementara itu, Ketua Komite Pelaksana BOD, Yoke Darmawan menyampaikan acara Bali Ocean Days bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan ekosistem laut, khususnya di kepulauan Indonesia, yang terkenal dengan kekayaan keanekaragaman hayatinya.
Yoke menambahkan tema ini menggarisbawahi komitmen Bali untuk menjadi pemimpin global dalam konservasi laut, menampilkan pendekatan inovatif dan upaya kolaboratif untuk mengatasi tantangan seperti penangkapan ikan berlebihan, polusi plastik, degradasi habitat dan konservasi koral dan keragaman biota laut.
Sorotan utama dari acara Bali Ocean Days mencakup diskusi panel yang informatif, lokakarya interaktif, dan pameran praktik berkelanjutan dalam konservasi laut.
Peserta berkesempatan untuk terlibat dengan para ahli, bertukar ide, dan mengeksplorasi strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk melindungi lautan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana, yang turut hadir di acara itu, menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memperluas kawasan konservasi menjadi 10 persen dari luas wilayah perairan Pulau Dewata pada 2024 untuk mendukung ekonomi biru termasuk menekan dampak perubahan iklim di sektor kelautan.
Hal yang dilakikan pertama yakni sosialisasi menjaga terumbu karang, transplantasi karang, dan edukasi masyarakat.










