Berkat Tenun Cepuk, Dosen Undiknas Raih Doktor

Ia pun mendorong agar perajin tenun cepuk di Tanglad melakukan strategi penhem bisnis. Apalagi pariwisata Nusa Penida sedang pesat ditambah perhatian pemerintah terhadap perajin. Dengan manfaatkan pasar digital, ia yakin tenun cepuk bercorak unik yang susah ditiru itu akan menembus pasar dunia.

Wirsa menerangkan, faktor-faktor yang memengaruhi bisnis berkelanjutan, meliputi ketersediaan modal, bahan baku, jumlah tenaga kerja dan jangkauan hasil produksi. Untuk itu, menurutnya, tenun cepuk yang telah ada sejak Kerajaan Waturenggong harus dijaga kelestariannya.

"Semoga pemikiran-pemikiran saya dalam disertasi menjadi inspirasi pelaku usaha tenun cepuk, dan pihak lain untuk keberlangsungan warisan budaya kita," harap Wirsa sembari berterima kasih kepada Ketua Perdiknas Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, atas dukungan moril dan materil selama ia menempuh S3.

Mendapatkan ucapan selamat dari Ketua Perdiknas Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, usai Ujian Terbuka Promosi Doktor di FEB Unud.

 

Pada kesempatan yang sama, Promotor Prof. Dr. Wayan Gede Supartha, SE., SU., berharap, Wirsa segera berproses menuju guru besar meski usianya sudah tidak muda lagi. "Biasanya alumni kami cepat sampai profesor," kata Suartha kepada lulusan ke-125 Prodi Doktor Manajemen FEB Unud itu.

Dekan FEB Unud Agoes Ganesha Rahayuda bertindak selaku Kopromotor I, Dr. I Made Artha Wibawa, SE., MM., Kopromotor II. Sedangkan Prof. Dr. IB Anom Purbawangsa, SE., MM., selaku Ketua Sidang.

AA Eddy Supriyadinata Gorda, yang turut hadir sekaligus sebagai undangan akademik, mengucapkan selamat kepada Wirsa. Kata Gung Eddy, sapaannya, Wirsa adalah contoh dosen yang bisa menjaga semangat dan mementingkan kenyamanan organisasi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top