Beri Efek Jera, Korban Penghinaan di Medsos Minta Terdakwa Dihukum Setimpal

DENPASAR-Fajarbali.com | Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik atau penghinaan melalui media sosial Facebook dengan terdakwa Linda Paruntu (37) yang sedianya digelar, Selasa (22/9/2020) siang batal terlaksana.

Ironisnya, sidang batal digelar karena Jaksa PenuntutUmum (JPU) Eddy Artha Wijaya belum siap dengan tuntutan meskipun ada waktu dua pekan bagi JPU untuk menyusun surat tuntutan. 

JPU Eddy Artha saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar membenarkan bahwa sidang dengan terdakwa Linda Paruntu (37) yang masuk pada agenda tuntutan ditunda hingga, Selasa 29 September 2020 mendatang. 

"Sidang ditunda karena tuntutan belum siap untuk dibacakan," kata Edy Artha singkat. 

Meski sidang mengalami penundaan, korban Simone Christine Polhutri (50 Tahun) yang sejak pagi hadir di ruang ruang terlihat tenang. 

Baginya, meski sidang ditunda, tidak mempengaruhi harapannya agar terdakwa bisa dihukum setimpal atas perbuatannya. 

"Meskipun Sidang ditunda bagi saya tidak masalah, karena saya hanya berharap terdakwa bisa diberikan hukuman maksimal atau setimpal atas perbuatannya," kata Christine Polhutri kepada wartawan. 

Permintaan korban agar terdakwa dihukum berat atau setimpal dengan perbuatannya bukan tanpa alasan. " Harapan saya, hukuman berat bisa membuat efek jera, bukan hanya untuk terdakwa, tapi juga untuk yang lainnya agar lebih bijak menggunakan medsos," harapnya. 

Korban meminta agar terdakwa dihukum setimpal atas perbuatannya, karena korban merasa perkataan terdakwa yang di-posting di Facebook sudah menyerang harga dirinya. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top