Berdayakan Petani Melalui Daulat Pangan untuk Masa Depan Bali

Jero Kadek

Selanjutnya mengajak para petani tersebut mengarah ke pertanian ramah lingkungan, ini juga merupakan langkah antisipasi dari perubahan iklim yang dapat mengganggu hasil pertanian.

“Selama proses transisi dari bahan kimia menuju ramah lingkungan, petani ini perlu diproteksi dan perlu diberikan subsidi, dalam hal ini seluruh stakeholder dan pemerintah wajib memperhatikan para petani” ucapnya.

Selain itu, dalam tata kelola pertanian ramah lingkungan, fungsi Subak perlu diterapkan dan digaugkan kepada publik. Jero Kadek mengingatkan bahwa spirit orang Bali sendiri adalah budaya. Dan, menurutnya budaya itu salah satu ibunya adalah Subak. “Subak itu sejatinya sudah mengembangkan pertanian ramah lingkungan sejak dulu” ujarnya.

Penting untuk diingat bahwa menjaga keberagaman tanaman di lahan pertanian adalah kunci untuk pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan jangka panjang.

Sehingga, Jero Kadek berpandangan bahwa Subak bukan hanya tentang sistem irigasi, tetapi juga sebuah konsep budaya dan kebersamaan yang mengajarkan tentang kerjasama dan pelestarian lingkungan.

Keberlanjutan sistem pertanian di Bali sangat bergantung pada kelangsungan Subak, dan Ia berharap peran Subak sebagai praktek berkelanjutan dalam pengelolaan lahan pertanian harus terus dihargai dan dilestarikan untuk masa depan pertanian di pulau dewata ini. rl

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top