Sebelumnya, hujan deras juga menyebabkan tebing Celok longsor. Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan desa Songan dengan sejumlah dusun seperti Kayupadi, Munduk Lantang dan Desa Belandingan lumpuh hingga saat ini. Terlebih, longsor susulan masih terjadi. “Kita masih menunggu koordinasi dengan Dinas PU Bangli untuk bisa melakukan penanganan menggunakan alat berat,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa menimpali.
Di sisi lain, Kasubag Humas Polres Bangli AKP. Sulhadi mengungkapkan, dampak cuaca ekstrem hujan deras tadi pagi juga menyebabkan senderan di Pura Luhur Tirta Manik Muncar Desa Belandingan, Kintamani ambrol. “Tragisnya, material longsoran tersebut tepat menghantam sebuah bangunan berupa bale bengong yang ada dibawahnya hingga rusak berat,” ungkapnya.
Disebutkan, senderan Pura Mas Manik Muncar longsor sekitar pukul 10.00 wita. Ketinggian senderan yang ambrol tersebut mencapai 5 meter dan sejatinya baru selesai di bangun. Namun karena derasnya hujan dan diduga akibat kontruksi senderan tidak kuat menahan air hujan sehingga langsung jebol. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, selain bencana tanah longsor, hujan deras juga menyebabkan wilayah Desa Songan tepatnya di depan Balai banjar Songan A terjadi banjir kiriman. Banjir kiriman ini, diperkirakan bersumber dari wilayah Kayupadi dan Munduk Lantang. “Banjir tersebut terjadi karena diperparah tidak adanya drainase sehingga banjir tersebut terjadi hampir setiap tahun,” ungkap AKP. Sulhadi.










