BANGLI-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Bencana alam berupa tanah longsor disertai pohon tumbang hingga banjir mengepung wilayah Kecamatan Kintamani, Bangli, Senin (28/1/2019).
Dari informasi yang berhasil dihimpun sesuai laporan yang diterima BPBD Bangli dan Polres Bangli, longsor terparah terjadi di jalur Kintamani-Singaraja yang menyebabkan akses tersebut lumpuh selama empat jam. Selain itu, tanah longsor juga menyebabkan senderan di Pura Luhur Tirta Manik Muncar Desa Belandingan, Kintamani ambrol. Tragisnya, material longsor tersebut menimpa bangunan berupa pos pecalang yang ada di bawahnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bangli I Wayan Karmawan membenarkan adanya sejumlah titik bencana tanah longsor melanda wilayah Kintamani. Untuk longsor di jalur Kintamani-Singaraja tepatnya di Desa Bantang, longsor terjadi sekitar pukul 10.00 wita.
“Tanah longsor disertai pohon tumbang menimbun ruas jalan, sehingga sempat menyebabkan arus lalin Bangli-Singaraja macet total,” ungkapnya. Diperkirakan tanah hutan yang longsor mencapai ketinggian 6 meter sehingga kemacetan parah hingga berkilo-kilo meter terjadi selama hampir empat jam.
Untuk penanganannya, pihaknya sudah langsung berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Bali. Mengingat status ruas jalan tersebut, kewenangan jalan propinsi. “Upaya penanggulangannya sudah dilakukan dengan menggunakan satu unit alat berat berupa louder. Sore ini, akses jalan tersebut sudah berjalan normal,” ungkapnya.
Sementara di Dusun Kayu Selem,Desa Songan B, dilaporkan hujan deras menyebabkan dinding rumah milik keluarga I Ketut Sukrawa ambrol sekitar pukul 11.00 wita. “Dari deretan bencana yang terjadi tersebut, nihil korban jiwa. Sementara kerugian material masih kita lakukan pendataan,” jelasnya. Lebih lanjut, untuk pemberian bantuan bagi yang rumahnya ambrol tersebut, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Dinsos dan PMI Kab.Bangli untuk pemberian bantuan Logistik Kedaruratan.










