Beda Peran, Tujuh Terdakwa Pengeroyok Bapak Kos Dituntut Berbeda

“Lima terdakwa lainya dituntut lebih ringan karena hanya ikut melempari rumah korban,” ujar jaksa yang akrab disapa Lovi ini.

 Save as PDF
(Last Updated On: 19/10/2023)

Tujuh terdakwa usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, Kamis (19/10/2023).Foto/eli

DENPASAR-Fajarbali.com|Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan menuntut tujuh terdakwa kasus penganiayaan terhadap pemilik kos dengan pidana penjara berbeda.Meski begitu, dalam sidang, Kamis (19/10) kemarin jaksa menyatakan ketujuh terdakwa yang asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu terbukti melakukan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP.

Dalam tuntutannya, jaksa menuntut terdakwa I, Arnold Ana Meha dan terdakwa II, Timotius Dewa dengan pidana penjara masing-masing dua tahun. Sementara lima terdakwa lainnya dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun. 

BACA Juga : Perempuan Asal Bandung Tewas Usai Lompat dari Mess Lantai 3 RM Ayam Prambanan

Lima terdakwa yang divonis 1 tahun ini adalah, terdakwa III, Imanuel Jako Laki, terdakwa IV, Ardi Lesana Meha, terdakwa V, Valen Mone, terdakwa VI, Imanuel Mahemba dan terdakwa VII, Yohanes Mahemba.

Usia sidang, jaksa Lovi Pusnawan mengatakan, terdakwa I dan terdakwa II dituntut lebih tinggi karena sesuai fakta persidangan keduanya merupakan pelaku yang menusuk korban AA.Putu Cipta Wiadnyana. “Lima terdakwa lainya dituntut lebih ringan karena hanya ikut melempari rumah korban,” ujar jaksa yang akrab disapa Lovi ini. Usia mendengarkan tuntutan, ketujuh terdakwa langsung mengajukan pembelaan secara lisan. 

BACA Juga : Dikira Tidur, Driver Ojol Ternyata Tewas Duduk di Atas Stang Sepeda Motor

Inti dari pembelaan yang diajukan para terdakwa ini adalah memohon keringanan hukuman dengan alasan sangat menyesali perbuatannya, sudah meminta maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ada salah satu terdakwa yang meminta keringanan hukuman dengan alasan masih memiliki anak kecil dan merupakan tulang punggung keluarga. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan yang dibacakan di muka sidang diuraikan, kasus yang membawa tujuh pemuda yang bekerja sebagai buruh ini terjadi pada tanggal 03 Juli 2022 sekitar pukul 01.00 di rumah kos korban di Jln Gunung Talang.

BACA Juga : Diadili, Dua Terdakwa Kasus Ganja Terancam 12 Tahun Penjara

Berawal saat Timotius Dawa yang kos di rumah korban merayakan ulang tahun dan mengundang teman-teman (para terdakwa) yang juga sesama warga asal Sumba.”Saat perayaan ulang tahun sempat terjadi adu mulut antara Adi Putra dengan Darmo Randa ( keduanya DPO),” jelas Jaksa Lovi dalam dakwaannya. 

Pertengkaran antara Adi Putra dengan Darmo Randa didengar oleh korban yang merupakan pemilik kos. Sontak saja korban langsung menghampiri para terdakwa sambil mengatakan “Jangan kalian bikin ribut di sini, ini wilayah saya. Bubar !!” tegurnya sambil mengacungkan pisau.

BACA Juga : Bule Inggris Kehilangan Iphone, Pria Asal Singaraja Diamankan Polisi

Teguran korban memang sempat membuat para terdakwa terdiam.”Menurut Arnol (salah satu terdakwa) usai ditegur pemilik kos mereka sudah diam, namun tersinggung karena diacungkan pisau,” jelas JPU. 

Dalam dakwaan disebut pula, karena tersinggung, terdakwa Arnol melawan dan  berusaha merebut pisau dari korban dan menyerangnya. Saat itu terdakwa Timotius turut serta membantu Arnol, menyerang saksi korban dengan menggunakan parang yang diambil di kamar kosnya.

BACA Juga : Jaksa Tuntut Empat Terdakwa Pengguna Narkotika 3 Tahun Penjara

Kejadian itu memicu para terdakwa lainnya yang merupakan buruh bangunan di Canggu, turut serta membantu menyerang saksi korban. Melihat kejadian itu, anak korban menghubungi seorang anggota polisi bernama Gede Sandiasa, yang tinggal di belakang tempat kejadian perkara (TKP).

Namun remaja asal Sumba ini makin kalap. Korban lari dan dikejar oleh para terdakwa dan pelaku yang masih buron. Hingga di depan rumah milik anak perempuan korban bernama Anak Agung Ketut Yuliani, Arnol menebas pinggang kanan korban.

BACA Juga : Ditpolair Polda Bali Gagalkan Transaksi Penyelundupan 11 Ekor Penyu di Taman Nasional Bali Barat

Timotius ikut menyerang tuan kosnya sampai menyebabkan luka lagi pada bagian lengan. Sedangkan, Imanuel Mahemba mengambil pecahan batako dan melemparnya, hingga mengenai hidung korban. Beruntung korban diselamatkan oleh anak dari Yuliani dengan dibawa ke dalam rumahnya dan dikunci.

“Para terdakwa ini secara bersama sama melempari jendela dan genteng rumah anak korban secara membabi buta dan juga merusak kendaraan yang ada. Kemudian seluruh secara bersama sama kabur meninggalkan lokasi,” tertuang dalam dakwaan.

BACA Juga : Maling Spesialis Congkel Sadel Sepeda Motor Di Puspem Badung Diringkus Polisi

Seluruh terdakwa yang berhasil diamankan petugas saat itu hanya tujuh orang dan hingga sampai persidangan sisanya masih buron. Arnol dan Timotius ditangkap di Jalan Pantai Cengorak, Uluwatu. Imanuel Mahemba, Jako Laki, Yohanes dan Valen Mohe di Jalan Hasanudin Tabanan. Kemudian Ardi diciduk di Jalan Raya Kuta.W-007

 Save as PDF

Next Post

Membangun Nasionalisme dengan Cinta Rupiah

Kam Okt 19 , 2023
Dibaca: 986 (Last Updated On: 19/10/2023)FOTO: RUPIAH-Diskusi Publik; Cinta, Bangga, Paham Rupiah sebagai Simbol Kekuatan Bangsa, digelar FEB UNR bekerja sama dengan Komisi XI DPR RI dan BI Perwakilan Bali.   DENPASAR – fajarbali.com | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ngurah Rai (FEB) UNR, bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia […]
a0cffcdc-a05b-4187-a58f-d6f7f90d1eae

Berita Lainnya