BBTF 2024 Siap Digelar, Targetkan Rp 8,1 Triliun Kontrak Bisnis

(Last Updated On: 21/03/2024)
Pre Press Conference BBTF 2024 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Kamis (21/3).

 

MANGUPURA-fajarbali.com | Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) ke-10, pameran tahunan terkemuka di Indonesia siap digelar pada 12-14 Juni 2024 mendatang. Mengangkat kekayaan dan keragaman industri pariwisata Indonesia dikancah internasional, BBTF menjanjikan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan utama, pakar industri, profesional perjalanan, dan penggiat pariwisata dari seluruh dunia di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua-Bali.

Tantangan era yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran budaya, pariwisata berkualitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan keinginan untuk melakukan perjalanan yang bertanggung jawab, BBTF mempersembahkan tema BBTF ke-10 tahun 2024 yang relevan dengan tren pasar global dan menyoroti Indonesia sebagai pusat perhatian: “Exploring & Experiencing Sense of Indonesia’s beauty”.

“Komitmen kami untuk mempromosikan dan melestarikan destinasi telah mendapat respon positif dari para pemangku kepentingan, termasuk para pelaku pariwisata nasional dan internasional yang telah memperbaharui kepercayaan mereka terhadap kemampuan BBTF untuk menghasilkan dampak yang produktif dan mendukung pengembangan pasar mereka,” ungkap Ketua Komite BBTF 2024 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra saat Pre Press Conference BBTF 2024, Kamis (21/3).

Winastra mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan 400 buyers dari 51 negara untuk bertemu dengan 250 sellers dari seluruh Indonesia dan mengambil kesempatan untuk temu bisnis dalam ajang trade fair. “Kami telah membuka pendaftaran secara online dan hingga hari ini kami telah menerima 125 sellers dari 7 provinsi (Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Bali) dan 190 buyers dari dalam dan luar negeri yang telah mendaftar yakni 39 Negara diantara yaitu dari Indonesia, India, Spain, Belgium, Turkey, UAE, South Africa, Nigeria, Germany, Italy, UK, France, Australia, China, Japan, Netherlands, Canada, USA, Singapore, South Korea, dan lain-lain,” sebutnya.

Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 12-14 Juni 2024 di Bali International Convention Center (BICC) dengan dihadiri oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Luar Negeri, Bali Tourism Board, dan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies – ASITA Bali.

Kepercayaan para pelaku pasar utama terhadap penyelenggaraan BBTF juga ditunjukkan dengan kehadiran operator hotel ternama seperti Marriott International group, Archipelago International group, Accor, Ubud Hotel Association (UHA), Swiss-Belhotel International, Melia Hotel International, Hotel Indonesia Group, Louvre Hotels Group, Kempinski Hotels Chain, dan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan terkemuka dan asosiasi sebagai seller. 

“Tahun ini beberapa industri baru yang terintegrasi dari BUMN seperti Bali International Hospital akan bergabung dengan BBTF, juga pertama kali seperti Pemerintah Kota Surakarta, lalu juga F&B Operator seperti Taurus Gemilang, Beach Club seperti Potato Head, Canna Bali, dan peserta pameran Indonesia yang menarik lainnya yang sebagian besar merupakan repeater seller dari BBTF di tahun sebelumnya, baik dari Pemerintahan maupun industri,” jelas Winastra.

Logo Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2024.

Menanggapi tren pasar, BBTF akan menampilkan dan mempromosikan produk pariwisata berkelanjutan untuk masa depan yang bertanggung jawab, wisata alam, wisata pedesaan dan wisata gastronomi. Selain itu, fokus utama juga diberikan pada kesehatan, dengan menekankan pada pertumbuhan industri pariwisata kesehatan dan medis saat ini serta pariwisata berbasis komunitas. 

Winastra menilai pemerintah perlu leih gencar melakukan promosi produk wisata bersama pelaku industri sesuai keberagaman daya tarik dan kondisi setiap destinasi. Selain itu, peran pelaku industri pariwisata juga perlu dioptimalkan. Sehingga kolaborasi ini dapat memberikan kepercayaan di Market place bahwa Indonesia sebagai sebuah destinasi pariwisata dunia yang wajib dikunjungi.

“Kontrak bisnis yang dihasilkan dalam satu tahun selama acara B2B kami mencapai Rp 6,7 triliun pada tahun 2023, menunjukkan peningkatan sebesar 29,7 persen dibandingkan dengan Rp 5,2 triliun yang dihasilkan pada tahun 2022. Sebuah kemajuan yang sangat menjanjikan yang diharapkan akan terus meningkat di bulan-bulan mendatang. Sehingga pada tahun ini kami menargetkan Rp 8,1 triliun kontrak bisnis dihasilkan dari event ini,” bebernya.

Winastra menambahkan, dalam pelaksanaan event tahun ke-10 ini, BBTF hadirkan beberapa hal baru; Buyers application diperluas mencakup MICE, WO, EO dan Corporate, terbuka untuk market potential hingga lintas Kementerian dan lintas tourism. Dan meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada para buyer dan seller dengan upgrading system berbasis digital sehingga mempermudah akses melaui aplikasi di android dan iphone masing-masing.

Tahun ini, Komite BBTF menghadirkan talkshow Tourim Seminar dengan beberapa narasumber ternama dan mengundang para pemangku kepentingan dalam Tourim Seminar sebelum pameran dimulai. Peluang dan tantangan dari tren global baru dalam pariwisata, dan persaingan bisnis serta isu-isu pariwisata yang berlebihan akan dibahas. Pembelajaran baru mengenai praktik pariwisata berkelanjutan juga akan diulas, sebagai pengalaman yang dapat menciptakan hasil positif, yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi ekonomi lokal dan masyarakat yang bergantung pada pendapatan pariwisata.

Winastra lebih lanjut menyampaikan bahwa BBTF 2024 menjadi market place yang menjanjikan untuk ajang promosi produk-produk wisata Indonesia dimana Bali ditempatkan sebagai Window of Tourism Indonesia. “Hal lain terkait BBTF 2024, kita akan mengadakan talkshow Tourism Seminar dengan judul “Indonesia Embracing Technology, Preserving Heritage yang rencananya akan mengundang beberapa Kementerian sebagai narasumber sebagai upaya merespon arahan pemerintah untuk fokus tidak lagi hanya pada pencapaian jumlah turis, namun ‘quality of spending’ wisatawan, sustainable environment, serta wellness and gastronomy,” sambungnya.

“Kami sangat senang dapat memperkenalkan “Exploring and Experiencing Sense of Indonesia’s Beauty” sebagai tema pelaksanaan BBTF ke-10 yang bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan wisata utama dengan menyoroti beragam atraksi wisata, mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan, dan membina kolaborasi yang memajukan industri pariwisata,” kata Winastra. “Kesiapan Indonesia sebagai tujuan wisata dunia, ditambah dengan aset alam dan budayanya yang luar biasa, menjadikannya pilihan ideal bagi para wisatawan yang mencari pengalaman otentik dan memperkaya diri dari Bali, kami menciptakan dampak yang besar,” pungkasnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, BBTF 2024 kembali mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata serta diapresiasi oleh para stakeholder di industri pariwisata baik nasional maupun internasional. M-001

 Save as PDF

Next Post

Hening dan Sepi

Kam Mar 21 , 2024
Dalam beberapa bulan terakhir kita terjebak di tengah kebisingan politik. Dinamika politik yang semakin panas, arus informasi yang tak henti-hentinya, dan beragamnya opini publik menciptakan suasana yang kacau dan membingungkan. Di tengah riuhnya adu argumen dan kontroversi yang melanda, tantangan untuk menjaga ketenangan batin menjadi semakin besar. Seakan-akan kita tenggelam dalam lautan kebisingan yang terus berputar, mencari-cari titik tenang di antara gelombang informasi yang terus menghantam.
Eddy Gorda

Berita Lainnya