Jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Prinsip itu dipegang kuat olehnya. Seandainya pun ia gagal meraih cita-cita sebagai hakim, ia siap nyeberang ke dunia akademis sebagai dosen ilmu hukum.
“Kalau dari pengetahuan saya sangat optimis karena selama kuliah saya diajarkan hal-hal yang luar biasa terutama praktik langsung berupa peradilan semu, kunjungan ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi serta Mahmakah Konstitusi. Itu juga menjadi pengalaman pertama saya naik pesawat awal 2020 lalu,” jelasnya.
Berbekal pengalaman itu, remaja asal Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng ini merasa optimis akan sukses meniti karir di dunia per-hukuman. Budha Yasa mengambil Konsentrasi Hukum Pidana.
Di tahap akhir, dirinya menyelesaikan skripsi berjudul “Tinjauan Viktimologi terhadap Penyalahgunaan Narkotika oleh Anak di Kabupaten Buleleng”.

Dikonfirmasi pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, SH., LLM., mengakui, Budha Yasa adalah salah satu mahasiswanya yang aktif di bidang organisasi serta di bidang pengabdian kepada masyarakat. Bahkan, Budha Yasa sering dilibatkan oleh dosen untuk ikut kerja bareng melakukan pengabdian.
Soal cita-citanya menjadi hakim, Dewa Mangku menilai tak berlebihan mengingat sudah banyak alumninya yang berhasil menjadi jaksa, hakim, pengacara dan polisi.
“Selain profesi penegak hukum, masih banyak profesi lain yang menjanjikan bagi lulusan kami. Sarjana hukum selalu dibutuhkan di setiap instansi. Jadi peluang kerjanya tak terbatas,” pungkas Dewa mangku.










