la juga mengungkapkan salah satu tantangan dalam penyaluran KUR super mikro adalah pembatasan bagi nasabah yang sudah memiliki pinjaman di bank lain atau sudah dua kali menerima KUR.
"Idealnya, bagi pelaku usaha yang tetap produktif dan membutuhkan tambahan modal kerja, bisa diberikan ruang kelonggaran agar tetap mendapat dukungan pembiayaan. Karena semangat KUR adalah mendorong keberlanjutan usaha mikro kecil, menghentikannya," pungkas Razif. bukan
Rakor tersebut merupakan upaya Kementerian UMKM untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk memastikan pencapaian target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025 berjalan optimal.
Melalui berbagai capaian dan strategi baru disepakati untuk menjaga kualitas serta memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM. Rakor dihadiri oleh perwakilan perbankan penyalur KUR, pemerintah daerah, dan lembaga pengawas.
Agenda utama mencakup evaluasi penyaluran KUR hingga Oktober 2025, strategi peningkatan sektor produksi, percepatan unggahan data calon debitur potensial pemda, serta identifikasi kendala lapangan.
Rakor ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat strategi dan mempercepat pencapaian target KUR 2025, sekaligus memastikan kualitas pembiayaan tetap sehat, produktif, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Dalam forum yang dihadiri juga oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan secara daring itu, dibahas pula strategi untuk memperbesar porsi KUR di sektor produksi, memperbanyak debitur baru dan debitur graduasi (yang naik kelas dari mikro ke kecil dan menengah), serta peningkatan peran pemerintah daerah dalam pengunggahan data calon debitur potensial.










