Baliho Dukung Suwasta Dirusak

SEMARAPURA-fajarbali.com | Dukungan Dewa Gde Alit Saputra kepada pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta-Made Kasta (Suwasta) belum berjalan mulus.



Pasca melawan rekomendasi partai, kader Hanura yang ‘menyeberang’ ke Suwasta ini memasang sejumlah baliho. Sayang, Rabu (24/1/2018) baliho-baliho tersebut rupanya dirusak.

Saat dikonfirmasi, Dewa Alit Saputra menyampaikan, ia mengetahui perusakan balihonya sejak tadi pagi. Dari 5 baliho yang dipasangnya, 4 diantaranya dirusak dengan aksi fandalisme. Yakni baliho yang terpasang di Jalan Raya Batu Tabih, perempatan Rumah Sakit, di wilayah Besang dan di Kemoning. Keempatnya dirusak dengan cara yang sama. Tepat di bagian gambar wajah Dewa Alit disemprot dengan cat pilok.

“Saya tahu dari laporan teman-teman di lapangan jam 7 pagi, padahal kemarin  malam masih utuh. Mungkin perkiraan dilakukan dini hari. Ini pelakunya cukup cerdik juga, pelaku manfaatkan situasi hujan, jadi tidak banyak orang yang keluar. Kecurigaan saya pelakunya  bersepeda motor, karena jarak balihonya kan jauh-jauh. Bahan yang digunakan juga sama cat pilox dengan warna sama . Ini pelakunya pasti satu atau dua orang,” ujarnya curiga.

Melihat perusakan ini, Dewa Alit mengatakan tidak curiga pada siapapun. Namun, jika dilihat dari warna cat pilox yang digunakan (seperti warna Hanura), dirinya yakin ada oknom yang ingin membuay kisruh. Memecah belah, tentunya dengan memanfaatkan gejolak di internal Hanura Klungkung.




“Tidak ada kecurigaan, tapi lihat jenis warna yang dipakai ini ada oknum yang cerdik dan licik. Ini warnanya kan mirip Hanura, agar kecurigaan mengarah ke Hanura, ada yang ingin memecah belah dan buat kisruh. Jadi wajah saya yang paling khusus disasar semua wajah yang disasar. Tapi dia tidak berhasil, karena kita tidak segampang itu menyimpulkan. Ada orang yang ingin membenturkan saya dengan partai,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan, dirinya tidak ‘panas’ menyikapi situasi ini. Justru sebaliknya, Dewa Alit menilai perusakan baliho justru akan menjadi bumerang bagi si pelaku. Apalagi Pilkada Klungkung hanya diikuti oleh dua Paslon. Sehingga otomatis publik akan menilai, perusakan dilakukan oleh pihak yang berseberangan dukungan. Perbuatan semacam itu juga diyakini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat kepada paslon. “Ini bumerang bagi pelaku, ini kan cuma ada 2 paslon, orang lainpun bisa terjemahkan secara sederhana pasti oknum yang beda aspirasi. Tapi kita tidak bisa menuduh karena tidak ada saksi, tqpi dia akan bunuh diri,” tegasnya.




Atas perusakan tersebut, Dewa Alit mengaku sudah melapor ke polisi. Bahkan jajaran intel juga dikatakan sudah ke lokasi untuk mengambil foto. Selain ke polisi, dirinya juga menyampaikan laporan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klungkung. Hanya saja saat melapor, Ketua Panwaslu sedang tidak di kantor, sehingga laporan diterima oleh Biro Hubungan Kelambagaan. Di samping itu, keempat baliho yang dirusak segera akan diturunkan. Kemudian dalam waktu dekat,  akan diganti dengan baliho yang baru. Dirinya pun tak mempermasalahkan, jika ada oknum yang merusak lagi baliho-baliho barunya.

“Saya beruntung dan bersyukur dan akan pasang yang baru lagi. Saya beri kesempatan untuk mereka lakukan lagi (perusakan). tapi saya imbau kepada teman-teman seaspirasi, Teman Suwirta dan relawan agar tidak lakukan pembalasan. Kita sikapi cerdas, ini proses berdemokrasi. Biarkan mereka nanti akan jadi korban sendiri,” tutupnya. (dia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Banjir di Buleleng, Ratusan Rumah Terendam Lumpur

Rab Jan 24 , 2018
SINGARAJA-fajarbali.com | Hujan deras di Kabupaten Buleleng sejak pagi hingga malam, Selasa (23/1/2018) membuat mantan Kota Sunda Kecil itu menangis lantaran diterjang beberapa musibah seperti banjir bandang dan tanah longsor sekitar pukul 22.00 Wita.