Bali Siap Sambut Wisman, Prokes dan Vaksinasi Terus Digalakkan

(Last Updated On: )

Denpasar-fajarbali.com | Tingginya harapan masyarakat Bali agar pariwisata Pulau Dewata dapat segera dibuka kembali untuk wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli mendatang tentu punya alasan yang jelas, salah satunya program vaksinasi di Bali telah berjalan dengan lancar bahkan pelaksanaan vaksinasi massal berbasis banjar telah berjalan sesuai target dalam upaya mendukung penangan Covid-19. Selain itu, penerapan protokol kesehatan pun sudah disiplin dijalankan.


Salah satu pelaku pariwisata Fransiska Handoko mengaku menyambut positif adanya wacana program Work From Bali dan dibukanya pariwisata internasional ke Bali. Di mana hal tersebut secara langsung akan memberi dampak yang positif untuk pemulihan pariwisata, walaupun dinilai peningkatannya tidak begitu signifikan.

“Kami tetap optimis dan sangat berharap ini dapat terealisasi sesuai rencana agar dapat menggerakkan kembali pariwisata Bali. Sebab biar bagaimana pun kami tidak bisa hanya bergantung dengan wisatawan domestik (wisdom),” ujarnya, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga :
Hadiri Pengukuhan Pengurus RAPI Lokal Bebandem, Bupati Minta Anggota RAPI Bantu Pemkab Sosialisasi Program Ke Masyarakat
Berharap Lebih Sering Sosialisasi Pelestarian Adat, Budaya dan Sastra Bali

Ia mengatakan Bali siap sambut tamu asing karena telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti 5M seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Kemudian, peningkatan cakupan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19.

“Ditambah lagi dengan penerapan prokes dan kesiapan pihak pariwisata dan hotel di Bali dengan sertifikasi Clean, Health, Safety, Environement (CHSE) dan vaksinasi karyawan maka peluang dibukanya pariwisata Bali sangat terbuka. Sebenarnya tidak ada yang perlu diragukan lagi, sebab dari hotel sendiri segala sesuatu yang berhubungan dengan CHSE, prokes 5M sudah secara konsisten telah dijalankan oleh hotel-hotel di Bali,” ungkap Fransiska.

Pihaknya mengungkapkan jika sebagian besar pengelola hotel sudah terverifikasi tatanan kehidupan era baru dari pemprov maupun penkab serta sudah tersertifikasi CHSE dari Kemenparekraf. “Dari Maret pun pelaku pariwisata di Bali sudah menjalankan program vaksinasi secara massal baik lewat Disparda, banjar, dan greenzone,” terangnya.

Fransiska menambahkan, jika langkah-langkah pemerintah mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali salah satunya lewat Work From Bali benar-benar terwujud, maka hal tersebut bisa menjadi salah satu jalan keluar bagaimana Bali bisa survive. Bila ini tidak dilakukan maka dikhawatirkan Bali akan terancam mengalami kebangkrutan. “Saya berharap WFB tidak hanya diperuntukkan bagi ASN, namun juga menyasar wisman pebisnis,” tandasnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terduga Pembuang Limbah Medis Terungkap, Komisi IV Dewan Minta Limbah Praktik Swasta Terdata

Sen Jun 14 , 2021
(Last Updated On: )GIANYAR-fajarbali.com | Menyikapi persoalan limbah medis yang terbuang ke lahan warga, Komis IV DPRD Gianyar memanggil Dinas Kesehatan dan DLH Gianyar. Dalam rapat koordinasi tersebut terungkap terduga buang sampah medis adalah oknum tenaga kontrak yang membuka praktik pribadi dari RSUD Sanjiwani. 

Berita Lainnya