DENPASAR-fajarbali.com | Pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat seiring naiknya angka harapan hidup dan kemajuan di bidang kesehatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia diperkirakan akan memasuki era masyarakat menua (ageing population) dengan persentase lansia melebihi 10 persen dari total penduduk dalam dekade mendatang.
Kondisi ini menuntut perhatian serius terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup lansia agar mereka tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Provinsi Bali sendiri sedang memasuki masa transisi demografi menuju populasi lansia yang semakin dominan. Berdasarkan proyeksi BPS, proporsi lansia di Provinsi Bali pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 14,9%, sedangkan berdasarkan data Pendataan Keluarga Tahun 2024, Kabupaten Tabanan bahkan menduduki proporsi jumlah lansia tinggi di Bali, mencapai 19,87%.
Sebagai bentuk komitmen terhadap upaya tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA) di Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Kamis (30/10).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Pertima didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem ini diikuti 70 peserta, terdiri dari siswa Sekolah Lansia Werdeng Jaya, warga lanjut usia di Desa Pertima, serta perwakilan pemangku kebijakan daerah terkait kelanjutusiaan.










