Bakti Indonesia di Pura Agung Besakih, Merayakan Kemerdekaan dengan Napas Kebhinekaan

WhatsApp Image 2025-08-22 at 21.27.11_bbb80267
Pembukaan Bakti Indonesia ke-3 yang diselenggarakan di Pura Agung Besakih, Karangasem.

Selama tiga hari penuh, Pura Agung Besakih dipenuhi dengan energi kemanusiaan. Berbagai layanan kesehatan gratis disediakan untuk masyarakat, termasuk donor darah bekerja sama dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI), konsultasi psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dan Universitas Jayabaya, serta pemeriksaan mata, gigi, jantung, dan deteksi dini kanker payudara. Selain itu, acara ini juga menghadirkan bazaar UMKM yang menampilkan produk-produk lokal, memberikan ruang bagi pengrajin Karangasem untuk unjuk gigi.

Acara kali ini juga diwarnai dengan talk show interaktif yang menghadirkan narasumber inspiratif. Tokoh seperti Inaya Gus Dur dan Okky Asokawati berdiskusi mengenai nasionalisme, sementara sesi bincang sehat dari Prodia dan RS Ngoerah memberikan edukasi tentang kesehatan. Lebih dari sekadar layanan, setiap kegiatan menjadi jembatan yang menyatukan orang dari berbagai latar belakang, menciptakan momen kebersamaan dan merayakan rasa memiliki pada tanah air.

Di antara tiupan angin di lereng Gunung Agung, alunan gamelan berpadu harmonis dengan tawa riang anak-anak. Aroma dupa yang sakral bercampur dengan wangi kopi UMKM, menciptakan sebuah gambaran nyata bahwa Indonesia adalah rumah yang dibangun bersama. Seperti yang diharapkan panitia, ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari buruh hingga petani, tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga membawa pulang pengalaman spiritual dan rasa persaudaraan yang mendalam.

Ketua Panitia Bakti Indonesia 2025, Iman Usmansjah, menegaskan komitmen yayasan untuk terus bergerak. “Bakti Indonesia bertekad untuk terus menjangkau 38 provinsi,” ujarnya. Langkah berikutnya sudah direncanakan, yaitu menuju Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang pada 2026, lalu dilanjutkan ke Candi Borobudur pada 2027. Bakti Indonesia 2025 bukan hanya perayaan, melainkan “doa panjang yang diucapkan dalam berbagai kegiatan, di berbagai rumah ibadah, untuk satu tujuan yaitu Indonesia untuk Semua”, tutup sang penggagas, Dra. Hj. Mulia Jayaputri. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top