Birokrat asal Desa Taman ini juga mengatakan, adapun mekanisme rekrutmen dan keberangkatannya yakni pendaftaran di mulai di Pemkab Badung di Dinas Perinaker, dilanjutkan diberikan pelatihan berupa kursus bahasa Jepang. Selanjutnya pembukaan lowongan pemagangan, interview dari LPK dan interview dari perusahan Jepang, dilanjutkan karentina selama dua sampai tiga bulan dan keberangkatan peserta pemagangan.
“Program ini sudah tiga tahun berjalan dan hingga kini sudah ada 12 orang yang diberangkatkan pemagangan ke Jepang dan kini kami membuka 15 orang lagi dan kami harapkan bagi mereka yang magang ini nantinya bisa membuat kelompok usaha paling tidak kelompok ternak atau sesuai bidang keahlian mereka,” ungkapnya.
Sebelumnya pada perekrutan pemagangan tahun 2018 ada tujuh yang sudah diberangkatkan dari 60 orang yang mendaftar. “Mereka yang tak lulus ini kebanyakan terkendala dari bahasa dan tahun ini kita harapkan kebanyakan masyarakat yang mendaftar bisa berbahasa Jepang meskipun akan ada pelatihan bahasa Jepangnya,” terang Oka Dirga. (put)










