Badung dan Jembrana Adu Kreativitas Palegongan Klasik 

IMG-20260629-WA0027
Parade Palegongan Klasik Khas dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (28/6/2026). IST

DENPASAR-fajarbali.com | Parade Palegongan Klasik Khas dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII kembali membuktikan diri sebagai salah satu panggung paling bergengsi bagi para seniman tari dan tabuh Bali.

Ribuan pasang mata memadati Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan penampilan Duta Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Badung yang sama-sama tampil memukau.

Atmosfer pertunjukan terasa semarak sejak awal hingga akhir. Setiap duta seni tidak sekadar tampil, tetapi membawa identitas daerah melalui sajian tari dan tabuh yang berpijak pada tradisi sekaligus menghadirkan sentuhan kreativitas. Tepuk tangan dan sorak penonton berkali-kali menggema sebagai bentuk apresiasi terhadap setiap penampilan yang disuguhkan.

Duta Kabupaten Jembrana yang diwakili Sanggar Seni Ghora Yowana Budaya, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, tampil bergantian dengan Duta Kabupaten Badung dari Sanggar Seni Tari Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal. Pergantian penampilan kedua duta membuat jalannya parade semakin dinamis dan memberi warna berbeda sepanjang malam.

Salah seorang kurator PKB XLVIII, Prof. Dr. I Wayan Dibia, menilai Parade Palegongan Klasik Khas menjadi ruang penting bagi perkembangan seni legong. Menurutnya, setiap daerah memiliki pendekatan berbeda dalam mengolah tradisi, mulai dari karya yang tetap berpegang kuat pada pakem klasik hingga kreasi baru yang berani menawarkan eksplorasi.

"Ada yang menghadirkan legong kreasi dengan roh klasik yang masih sangat kuat, ada juga yang mencoba pendekatan baru. Variasi seperti ini patut diapresiasi. Pada akhirnya, waktu dan masyarakat yang akan menentukan karya mana yang diterima," ujarnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top