Badan Usaha Milik Desa Adat Sangat Diminati

(Last Updated On: )

GIANYAR-fajarbali.com | Keberadaan toko modern berjejaring yang sampai masuk ke desa-desa, dikhawatirkan mematikan pedagang atau warung kecil yang ada di desa.


Dengan kondisi ini, desa adat diharapkan terus berinovasi mengembangkan perekonomian dengan menciptakan peluang usaha, utamanya yang dikelola desa adat. Desa adat yang sudah memiliki unit usaha adalah Desa Adat Guwang dengan Tenten Mart. Bendesa Adat Guwang, Wayan Karben Wardana menyebutkan kunci dari pendirian usaha adalah berani memulai usaha dan mendapat dukungan warga.

“Persaingan ke depan sangat berat, sehingga kami memberanikan diri untuk membuat usaha Tenten Mart. Kuncinya berani dan mendapat dukungan,” jelas Karben Wardana, Selasa (22/6/2021) kemarin.

Baca Juga :
Pasien Covid-19 Melandai, BOR di RSUP Sanglah Hanya 15 Persen
Bulan Bung Karno, Lestarikan Mangrove

Dijelaskan lagi, unit usaha tersebut tidak akan mematikan harga pedagang di warung yang ada di desa adatnya. Dengan demikian, dirinya sangat berterimakasih kepada Gubernur Bali, Wayan Koster dengan memberikan payung hukum dan menjadi BUMDA. Payung hukum tersebut digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan perekonomian desa adat dan mendirikan unit usaha milik desa adat.

“Kami sangat berterimakasih kepada gubernur Bali, sehingga desa adat bias memiliki BUMDA, sehingga desa adat bias mengelola keuangan tersendiri untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. 

Walau demikian, dirinya berharap desa adat juga bias dibantu untuk pengembangan usaha, sehingga setiap desa adat memiliki usaha seperti di wilayahnya. Dikatakannya banyak desa adat yang meminta petunjuk dan arahan, bagaimana mendirikan Tenten Mart.

“Persoalannya tidak semua desa adat memiliki modal yang cukup untuk mendirikan Tenten Mart, sehingga harapan saya desa adat bias mendapatkan modal, utamanya dari Pemprov Bali,” harapnya. 

Sehinga dengan bantuan modal, kedepannya setiap desa adat akan memiliki Tenten Mart yang nantinya juga akan bersaing dengan pasar modern yang ada. “Nanti keuntungannya akan kembali ke desa adat, bukan ke pemi8lik modal. Sehingga desa adat bias ikut mensejehterakan warganya,” tuntas Karben Wardana. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Diduga Dilepas ke Sungai Karena Tidak Kuat Beri Pakan, Jenis Crocodylus Porosus, Habitatnya Tidak Ada di Bali

Rab Jun 23 , 2021
(Last Updated On: )GIANYAR-fajarbali.com | Seekor buaya ditemukan warga say memancing di muara Tukad Sangsang, Desa Lebih, Gianyar.

Berita Lainnya