Mengenai rencana peralihan bahan bakar ini, salah seorang pemindang Ketut Rai mengatakan aturan serupa sebelumnya sudah pernah diberlakukan. Hanya saja dalam praktiknya, justru terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Sehingga pemindang kembali menggunakan kayu bakar. "Sebenarnya kalau dari kualitas, lebih bagus pakai kayu bakar. Pindang lebih gurih dan pemanasannya juga maksimal. Karena bara api itu kan terus hidup," ujarnya.
Sementara, pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat melakukan pembongkaran atap. Rangka besi sudah terlihat. Walau masih kokoh tetapi seluruh bagiannya telah berkarat. Proyek rehabilitasi bangunan di sentra pemindangan ini dikerjakan oleh CV Mekar Sari dengan nilai kontrak Rp587 juta yang bersumber dari DAK dan selama 120 hari pengerjaan. W-019










