DENPASAR-fajarbali.com | Momentum suci perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan kembali menjadi panggung nyata bagi pelaku industri untuk menunjukkan kepedulian sosial mereka. Astra Motor Bali selaku Main Dealer sepeda motor Honda, secara konsisten merealisasikan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah umat Hindu di Bali.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) tahunan, perusahaan otomotif terkemuka ini menyediakan fasilitas tempat istirahat bertajuk "Bale Pesandekan Honda" serta mendistribusikan sarana upacara berupa dupa secara gratis bagi para pemedek yang tangkil (datang beribadah) ke Pura Sakenan, Denpasar.
Program kontribusi sosial yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Kuningan ini dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan fisik para pemedek. Mengingat Pura Sakenan merupakan salah satu pura panyungsungan jagat yang sarat nilai sejarah, arus kehadiran umat selalu membeludak hingga mencapai ribuan orang setiap harinya.
Kehadiran fasilitas "Bale Pesandekan Honda" yang beroperasi selama empat hari penuh, mulai tanggal 26 hingga 29 Juni 2026, menjadi solusi ruang rehat yang representatif, nyaman, dan sejuk di tengah cuaca terik dan padatnya prosesi keagamaan.
Kepala Wilayah Astra Motor Bali, Darma Wijaya, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah terstruktur untuk mengiringi kehidupan dinamis sosial-budaya masyarakat Bali. Melalui pendekatan yang harmonis, Honda ingin memastikan bahwa kehadiran lini bisnisnya senantiasa sejalan dengan kelestarian tradisi spiritual lokal yang dianut oleh sebagian besar konsumen setianya.
“Ini wujud nyata kepedulian Honda untuk masyarakat Bali. Semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi konsumen, khususnya para pemedek yang beribadah di Pura Sakenan yang setiap harinya diperkirakan mencapai ribuan umat. Terima kasih atas kepercayaan dan kebersamaan seluruh masyarakat dan konsumen Bali. Selalu Satu HATI,” ujar Darma Wijaya.
Lebih lanjut, Darma Wijaya memaparkan bahwa kegiatan CSR ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dua kali dalam setahun, mengikuti siklus kalender keagamaan Hindu di Bali. Pola yang ajek ini diharapkan mampu mempererat ikatan emosional (emotional bonding) yang kuat antara masyarakat Bali dengan brand Honda. Secara korporat, langkah strategis ini juga menjadi representasi nyata dari implementasi payung program kontribusi sosial nasional berkelanjutan yang diusung pabrikan, yakni "Sinergi bagi Negeri".
Dalam pelaksanaannya di lapangan, dukungan konkret dari Astra Motor Bali tidak hanya menyasar para pemedek secara personal, melainkan juga menyentuh aspek manajemen operasional pura secara komprehensif. Perusahaan menyadari bahwa kelancaran sebuah perayaan besar sangat bergantung pada kesiapan sarana pendukung dan efektivitas sistem pengamanan di sekitar area suci. Oleh karena itu, bantuan dialokasikan secara cermat untuk menyokong tiga pilar utama: penyediaan tenda sejuk (Bale Pesandekan), sokongan logistik operasional pecalang (satgas pengamanan adat), serta pembagian dua boks besar dupa berkualitas tinggi secara cuma-cuma.
Aksi sosial ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak pengelola dan tokoh adat setempat yang bertugas menjaga marwah Pura Sakenan. Perwakilan Pecalang Satgas Pengamanan Adat, Ketut Sudira, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan logistik operasional yang diberikan oleh pihak Honda. Menurutnya, sinergi dengan sektor swasta sangat meringankan beban teknis para petugas di lapangan yang harus mengawal pergerakan massa dan kendaraan dalam jumlah besar.
“Kami sangat terbantu dengan adanya dukungan tenda operasional dan sarana penunjang dari Astra Motor Bali. Pengaturan arus pemedek yang padat membutuhkan fisik dan fasilitas yang memadai, dan kehadiran Honda di sini benar-benar meringankan tugas kami dalam menjaga ketertiban di area luar pura,” kata Ketut Sudira.
Melalui keberlanjutan program CSR ini, Astra Motor Bali kembali meneguhkan posisi strategisnya yang tidak sekadar bertindak sebagai pelaku industri otomotif komersial, melainkan sebagai mitra kultural masyarakat. Kolaborasi apik antara korporasi swasta dan kearifan lokal ini diharapkan mampu menginspirasi berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya untuk turut serta berkontribusi aktif. Dengan demikian, warisan adat, tradisi, dan spiritualitas luhur Pulau Dewata dapat terus terjaga dengan kokoh sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi generasi masa depan. (M-001)










