SINGARAJA-fajarbali.com | Komitmen dalam mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri terus diperkuat oleh PT Astra Motor Bali bersama PT Astra Honda Motor (AHM). Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan supervisi strategis ke SMK Negeri 3 Singaraja.
Agenda ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan proses penilaian dan pendampingan mendalam terhadap sekolah tersebut yang kini menyandang status sebagai kandidat Nominasi SMK Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik Nasional untuk Wilayah Indonesia Timur.
Kehadiran para petinggi industri, yakni Vocational Manager PT Astra Honda Motor, Gunardi, dan SHEP Manager Astra Motor Bali, Achmad Wahyudi Irmono, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. Selain melakukan supervisi teknis, kunjungan ini bertransformasi menjadi forum diskusi interaktif. Fokus utamanya adalah membedah standarisasi sarana praktik serta pemutakhiran kurikulum agar selaras dengan dinamika teknologi otomotif terkini yang berkembang di industri global.
Sebagai sekolah binaan unggulan Astra Honda Motor, SMK Negeri 3 Singaraja telah lama menjadi laboratorium pengembangan bakat. Secara konsisten, pihak Astra memberikan pendampingan komprehensif yang mencakup pengembangan kurikulum berbasis industri, sertifikasi kompetensi bagi para tenaga pengajar, hingga penyediaan fasilitas praktik yang menyerupai kondisi kerja di bengkel resmi. Hal ini dilakukan demi memastikan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang autentik.
Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi Astra Motor Bali dan AHM untuk memberikan dukungan moril dan teknis agar SMKN 3 Singaraja mampu bertransformasi menjadi pusat pengembangan talenta vokasi. Dengan standar TUK yang mumpuni, sekolah diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang mahir secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dan mentalitas profesional yang siap diserap oleh pasar kerja tanpa memerlukan adaptasi yang lama.
SHEP Manager Astra Motor Bali, Achmad Wahyudi Irmono, menekankan bahwa supervisi ini adalah bagian dari membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan. "Proses evaluasi ini adalah titik awal untuk berbagi praktik terbaik (best practices) guna memastikan kompetensi siswa tetap relevan. Aspirasi besarnya adalah menjadikan SMKN 3 Singaraja sebagai percontohan (role model) bagi institusi pendidikan vokasi lainnya di Indonesia, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul," jelasnya.
Melalui sinergi yang harmonis antara dunia usaha dan dunia pendidikan ini, diharapkan kesenjangan keterampilan dapat teratasi. Keberhasilan SMKN 3 Singaraja dalam tahapan nominasi nasional ini nantinya akan menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi di Bali mampu berbicara banyak di level nasional. Dengan semangat "Satu Hati", Astra berkomitmen untuk terus mendampingi generasi muda Bali meraih masa depan yang gemilang di industri otomotif. (M-001)










