Astra Motor Bali Bekali Karyawan Coca-Cola Kemampuan Prediksi Bahaya dan Teknik Hindari ‘Blind Spot’

u7-1000471353
Karyawan Coca-Cola dibekali informasi safety riding oleh Astra Motor Bali.
DENPASAR-fajarbali.com | Astra Motor Bali melalui tim Safety Riding kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kali ini, sebanyak 50 karyawan PT Coca-Cola mengikuti kegiatan edukasi keselamatan berkendara yang digelar pada Kamis, 26 Desember 2025.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya, terutama bagi karyawan yang mengandalkan sepeda motor sebagai moda transportasi utama untuk bekerja. Dalam sesi tersebut, materi utama yang disampaikan adalah teknik Prediksi Bahaya dan simulasi Safety Check untuk meminimalisir risiko blind spot (titik buta).
 
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menekankan bahwa mayoritas kecelakaan terjadi karena pengendara kurang mampu mengantisipasi pergerakan pengguna jalan lain.
 
"Kami mengedukasi peserta untuk selalu menerapkan semangat #Cari_Aman. Dengan mengedepankan safety riding, pengendara tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menghargai hak pengguna jalan lain. Salah satu kuncinya adalah rutin melakukan pengecekan kendaraan dan memahami area blind spot agar kita selalu siap menghadapi situasi tak terduga," ujar Yosept.
 
Ngurah Iswahyudi, selaku PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, menyampaikan apresiasinya kepada PT Coca-Cola atas kerjasama yang terjalin. Menurutnya, sinergi ini sangat krusial mengingat tingginya mobilitas karyawan menggunakan kendaraan roda dua.
 
"Kami berterima kasih atas komitmen PT Coca-Cola dalam memprioritaskan keselamatan karyawannya. Melalui edukasi ini, kami ingin menanamkan bahwa #Cari_Aman bukan sekadar slogan, melainkan gaya hidup. Dengan memahami teknik berkendara yang benar, kita dapat memastikan setiap karyawan berangkat dan pulang kerja dalam kondisi selamat tanpa kurang satu apa pun," ungkap Iswahyudi.
 
Perubahan Pola Pikir Pengendara
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi praktik dan teori. Kadek Hari, salah satu karyawan PT Coca-Cola yang menjadi peserta, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti pelatihan ini.
 
"Jujur, sebelumnya saya merasa cukup hanya dengan bisa mengoperasikan motor. Ternyata naik motor itu tidak sekedar bisa gas dan rem. Lewat agenda ini, saya baru paham pentingnya perilaku berkendara yang benar dan menjaga etika di jalan. Sekarang saya lebih paham cara menjaga diri agar semua bisa tetap aman di perjalanan," kata Kadek.
 
Melalui kegiatan rutin seperti ini, Astra Motor Bali berharap budaya tertib berlalu lintas semakin mengakar di masyarakat Bali, sejalan dengan kampanye berkelanjutan Honda untuk mewujudkan zero accident. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top