Anggaran Pagar Pengaman Objek Wisata di Nusa Penida Terbatas

Menurut Sukasta, meski mayoritas objek wisata di Nusa Penida tergolong berbahaya, tapi Devil Tear's menjadi prioritas. Lantaran objek tersebut paling banyak dikunjungi wisatawan, di samping juga status kepemilikan lahannya jelas. Yakni berstatus tanah negara, sehingga koordinasi mudah dilakukan. Hal yang tak kalah penting, di objek tersebut medannya juga curam dan disertai ombak besar.

"Cuma Rp60 juta karena melihat kondisi keuangan kita, hanya segitu alokasi yang bisa kita manfaatkan untuk pagar pengaman. Karena kan ada kegiatan rutin yang harus dilaksanakan, itulah kesulitan kita. Kemauan Pak Bupati memang harus segera, tapi kembali ke kemampuan anggaran kita," jelasnya.

Selain mengupayakan pemasangan pagar pengaman, Sukasta menjelaskan pihaknya terus melakukan upaya antisiapasi di lapangan. Salah satunya dengan memasang papan pengumuman di objek-objek yang dinilai berbahaya. Tak hanya itu, para guide juga diminta untuk menginformasikan kepada tamunya mengenai tempat-tempat yang berbahaya agar mereka tidak berfoto di bibir tebing ataupun di tempat-tempat ekstrim. "Wisatawan tolong berhati-hati, selamatkan diri jagan cari sensasi foto," imbuhnya sekaligus mengatakan banyak masyarakat yang sudah bergerak untuk membuat pagar pengaman secara mandiri.

Sebelumnya, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memerintahkan Dinas Pariwisata mempercepat pemasangan pagar pengaman tebing pada objek-objek wisata di Nusa Penida yang memiliki tebing curam. Hal menyusul banyaknya korban jiwa, tidak hanya wisatawan tapi juga warta setempat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top