Gejala dari hepatitis alkoholik meliputi kelelahan, mual, muntah, nyeri perut, dan jaundice (warna kulit dan mata menguning).
Hepatitis alkoholik biasanya terjadi setelah bertahun-tahun mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, tetapi beberapa individu dapat mengembangkan kondisi ini meskipun tidak mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang sangat tinggi. Penyakit ini bisa berbahaya dan memerlukan perhatian medis segera.
3. Sirosis Hati
Sirosis hati adalah tahap lanjutan dari kerusakan hati yang disebabkan oleh alkohol. Ini adalah kondisi di mana jaringan hati sehat digantikan dengan jaringan parut (fibrosis), yang mengganggu fungsi hati.
Sirosis dapat berkembang perlahan, dan gejalanya mungkin tidak muncul sampai kerusakan hati sudah sangat parah.
Pada sirosis hati, kemampuan hati untuk membersihkan racun dan menghasilkan protein penting sangat terganggu.
Tanpa pengobatan yang tepat, sirosis bisa berujung pada gagal hati, yang dapat mengancam jiwa. Orang yang mengalami sirosis hati mungkin memerlukan transplantasi hati untuk bertahan hidup.
4. Kanker Hati
Konsumsi alkohol yang berlebihan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker hati (karsinoma hepatoseluler). Kanker hati seringkali berkembang setelah bertahun-tahun peradangan dan kerusakan hati yang disebabkan oleh alkohol.
Kanker hati mungkin sulit dideteksi pada tahap awal, dan sering kali hanya terdiagnosis pada tahap yang lebih lanjut, ketika pengobatan sudah lebih rumit. Faktor risiko lain, seperti infeksi virus hepatitis, dapat memperburuk efek dari konsumsi alkohol terhadap hati.










