Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini juga menceritakan sejarah perjalanan Partai Golkar mulai dari Orde Baru hingga saat ini. Saat itu, pada Bulan Maret 1999 jelang pemilu, Partai Golkar mendeklarasikan kekuatan politik sebagai partai politik. Dan pada saat Orde Baru, kekuatan Partai Golkar semakin besar dengan adanya dukungan dari tiga jalur. Yakni ABRI, Birokrasi dan Jalur Golkar. Tak ayal, Partai Golkar dapat memenangkan Pemilu dengan perolehan 60-73 persen.
Akan tetapi, Partai Golkar pada era reformasi langsung bertransformasi. Dimana, Golkar menjadi mandiri tanpa ada dukungan dan keistimewaan. Banyak pihak yang berpandangan, bahwa Golkar akan tenggelam. Namun, kenyataannya, perolehan kursi Partai Golkar justru semakin meningkat, yakni 128 kursi pada Pemiku 2004.
Sementara itu, Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih mengatakan, bahwa yang disampaikan oleh Akbar Tanjung adalah hasil survey beberapa bulan yang lalu. "Itu kan enam bulan yang lalu, sekarang kan sudah naik," tambahnya.
Pada Pileg 2019 ini, pihaknya mengaku optimis mampu menaikan perolehan suara dan kursi. Baik di DPR RI maupun Provinsi. "Di provinsi kita berpeluang menang. Di DPR RI kita punya dua kursi, kalau sudah dua lebih, rasa sih tiga secara suara," pungkasnya. Demer (sapaan akrabnya) menyatakan kader yang dicalonkan saat ini memiliki kualitas. (her)










