Ketua DPC AAI On Denpasar Gede Wija Kusuma, S.H., M.Hm., menambahkan, alasan dipilihnya FH Unwar karena Prodi S1 Ilmu Hukumnya sudah terakreditasi Unggul. Karena AAI ON mengutamakan kualitas, maka lembaga pendidikan tinggi yang digandeng pun wajib yang berkualitas.
Tanpa bermaksud membadingkan dengan organisasi advokat lainnya, pemilik sapaan karib GWK ini, menjamin kualitas advokat hasil gemblengan PPA AAI ON bisa diuji oleh publik.
Alasannya, dalam kurikulum PPA, pihaknya memeperkaya praktik bedah kasus didukung pengajar profesional, berkualifikasi doktor dan berpengalaman puluhan tahun beracara.
Mereka di antaranya, Dr. Made Arjaya, SH., MH, Dr. Putu Suta Sadnyana, SH. MH., Dr. Robert Khuana, SH., MH., Putu Subada Kusuma, SH.Kn., dan Dr. Hendri Donal, SH. MH. Jadwal pendidikan digelar setiap Jumat dan Sabtu dengan durasi hampir dua bulan.
Dr. Robert Khuana, SH., MH., selaku Penasihat AAI ON, mengungkapkan, pelaksanaan PPA adalah amanat undang-undang. Ia pun optimis dengan padatnya materi dan durasi pendidikan yang panjang PPA AAI ON Denpasar pasti melahirkan advokat profesional yang menjujung tinggi kode etik advokat sebagai profesi terhormat.
“Saya melihat di tempat-tempat lain ada yang PPA-nya cuma tiga hari, terus dapat KTA seumur hidup. Miris juga sebenarnya. Tapi nanti masyarakat (pengguna) yang menilai sendiri bagaimana kualitas masing-masing,” jelas Robert.
Lebih lanjut, Robert menginginkan adanya revisi UU 18/2023 tentang Advokat. Salah satu hal yang tengah diperjuangankannya yakni dibentuknya Dewan Advokat Nasional yang berwenang melakukan sertifikasi kepada organisasi advokat hingga verifikasi ke kantor-kantor advokat di seluruh tanah air.










