Serap Aspirasi di Buleleng, Rai Mantra Soroti Layanan Kesehatan, Sekolah Banjir hingga Desa Adat

IMG-20261019-WA0007
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Dr. IB. Rai Dharmawijaya Mantra, turun langsung ke Kabupaten Buleleng, Jumat (16/10/2026). foto: fb/ist

SINGARAJA-fajarbali.com | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Dr. IB. Rai Dharmawijaya Mantra, turun langsung ke Kabupaten Buleleng untuk mendengar suara masyarakat dan melihat persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (16/10/2026) itu diawali di Puskesmas Banjar I, SDN 5 Banjar, dan Pura Segara, Rai Mantra menyerap aspirasi warga terkait tiga hal mendasar yang menyentuh kehidupan banyak orang yaitu layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat, program revitalisasi sekolah dengan APBN, serta keberlanjutan tradisi dan masyarakat adat.

Di Puskesmas Banjar I, capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tercatat baru mencapai 23 persen dari sasaran 59.800 jiwa di 11 desa.

Menurut Kepala Puskesmas, dr. Komang Rendy Krisnadi, tantangan utama berada pada akses CKG ke warga usia produktif seperti petani dan pekerja kebun, serta minimnya jumlah tenaga medis.

Selain itu, masalah teknis aplikasi pendataan dan beban administrasi ganda turut memperlambat pelayanan. 

Rai Mantra menegaskan bahwa evaluasi kesehatan tidak boleh sebatas angka capaian. "Kesehatan gratis harus diikuti kemudahan akses di lapangan, kesiapan tenaga medis, serta penanganan lanjutan untuk penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan kesehatan jiwa," ujar Rai Mantra.

Kondisi prihatin ditemukan di SDN 5 Banjar. Sekolah ini mengalami banjir langganan selama 5 hingga 8 tahun terakhir yang mengganggu kenyamanan belajar murid. Selain masalah luapan air, status tanah sekolah masih berupa Tanah Pekarangan Desa (PKD) dengan status pinjam pakai.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top