DENPASAR-fajarbali.com | Keberadaan pasar tumpah di sejumlah ruas jalan Kota Denpasar masih menjadi persoalan yang belum dapat ditangani secara menyeluruh. Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar menyebut penanganan pasar tumpah tidak cukup dilakukan dari sisi pengelola pasar, karena aktivitas tersebut juga melibatkan masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pasar.
Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, mengatakan salah satu pasar tumpah yang menjadi perhatian berada di kawasan Ketapian. Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Desa Adat Sumerta, serta dua banjar adat yang menaungi kawasan tersebut.
Suadi Putra, menyebutkan, Perumda Pasar masih mencari formula yang tepat untuk menangani aktivitas pasar tumpah tersebut. Sebab, pedagang yang beraktivitas di luar kawasan pasar tidak seluruhnya berada dalam lingkup pengelolaan Perumda Pasar. “Kalau kami dari Perumda kan sudah punya lingkungan pasar. Yang tumpah ini justru dari efek tautan ekonomi di sekitarnya, masyarakat yang memiliki,” uca Suadi.
Untuk sementara, penanganan dilakukan dengan membatasi jam operasional pasar tumpah. Kesepakatan dengan Dinas Perhubungan mengatur akses jalan yang terhubung ke utara menuju Jalan Pattimura dan ruas jalan di depan pasar ditutup hingga pukul 08.00 WITA. Setelah itu, jalur kembali dibuka untuk lalu lintas.
Suadi Putra menegaskan, upaya mengarahkan pedagang agar kembali berjualan di dalam kawasan pasar juga menjadi bagian dari rencana penataan. Konsep serupa sebelumnya pernah diterapkan di kawasan Pasar Badung.









