UPMI Bali Tuan Rumah Workshop PASTI Q1, Embrio Bangun Ekosistem Riset Berkualitas dan Berdampak

IMG-20260916-WA0040
"Workshop Penulisan Artikel Submit to Jurnal International Q1 (PASTI Q1) Tahun 2026", di Auditorium Redha Gunawan, Kampus UPMI Bali, Rabu (16/9). [foto:fb/gde]

DENPASAR-fajarbali.com | Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI menggelar "Workshop Penulisan Artikel Submit to Jurnal International Q1 (PASTI Q1) Tahun 2026", di Auditorium Redha Gunawan, Kampus UPMI Bali, Rabu (16/9).

Workshop PASTI Q1 2026 di UPMI Bali diikuti 75 akademisi/dosen dari 63 perguruan tinggi se-Indonesia. Program PASTI Q1 tahun ini digelar di empat kota sekaligus, yakni Denpasar, Bogor Palembang, Makassar. Untuk Kota Denpasar, dipusatkan di Kampus UPMI.

Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., merasa terhormat dipilih menjadi tempat penyelenggaraan workshop. Apalagi lima dosen UPMI, yakni Dr. Ida Ayu Agung Ekasriadi, S.Pd., M.Hum., Dr. I Made Darmada, M.Pd., Dr. I Komang Sukendra, S.Pd., M.Si., M.Pd., Dr. Kadek Dian Vanagosi, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Putu Citra Permana Dewi, S.Or., M.Or., lolos seleksi sebagai peserta. 

Prof. Suarta berharap Workshop PASTI Q1 mampu menghidupkan iklim akademik di lingkungan UPMI dan perguruan tinggi lain. Meski UPMI memiliki kekurangan, namun ia bertekad terus mencatat prestasi seperti perguruan tinggi lain. Ia pun menargetkan para peserta workshop berhasil menembus jabatan akademik guru besar setelah mendapatkan pelatihan. 

"Kami doakan banyak guru besar yang lahir setelah workshop ini. Kami siap berkolaborasi untuk kemajuan dan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," jelas Prof. Suarta.

Senada, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.Pd., SH., M.Pd., mengatakan, UPMI yang sebelumnya bernama IKIP PGRI Bali, meski terletak di perkampungan, tapi bisa membuktikan diri mencetak alumni yang tidak kampungan. Tiga guru besar telah lahir dari rahim UPMI termasuk beberapa dosen yang masih dalam proses.

BACA JUGA:  Peduli Panti Asuhan, Dosen Prodi TIP FTP Unud Berikan Pelatihan Produksi Lulur dan Krim Scrub

Selain itu, alumninya berhasil menembus kursi bupati, wakil bupati, rektor perguruan tinggi, pimpinan instansi lain, pengusaha, dan tentunya ribuan guru yang telah tersebar ke pelosok negeri mengisi pembangunan bidang pendidikan. 

Dirjen Risbang Kemendiktisaintek Dr. Mohammad Fauzan Adziman, ST., M.Eng., dalam sambutan daring, menjelaskan, Workshop PASTI Q1 2026 sangat tinggi peminat, bahkan pendaftar awal tembus 1.740 orang. Tapi karena keterbatasan kuota, diseleksi lagi hingga separuhnya yang dinyatakan lolos mengikuti workshop di empat kota. 

Menurut Fauzan, Workshop PASTI Q1 merupakan salah satu program Kemendiktisaintek dalam membangun budaya talenta sebagai fondasi. Fauzan menegaskan, publikasi artikel ilmiah Indonesia terus berkembang dalam 2-3 tahun terakhir.

"Saat ini, kita tidak hanya fokus ke kuantitas tapi kualitas. Kami mendorong agar semakin banyak karya yang tembus jurnal internasional terindeks Quartile atau Q1," tegasnya.

Visi terdekat, Indonesia menargetkan 70 ribu karya ilmiah, dan 27,5 persennya tembus jurnal internasional terindeks Q1. Salah satu tipsnya dengan program Workshop PASTI Q1 ini. Ia berharap, para peserta memberikan dampak di perguruan tinggi masing-masing setelah mengikuti workshop selama dua hari. 

"Kita jangan jalan sendiri-sendiri. Harus bangun komunitas dan ekosistem. Bangun satu wadah. Semoga menjadi tonggak pengembangan riset lebih luas yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat melalui dampak-dampak yang dihasilkan dari karya bapak/ibu," jelasnya. 

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Ditjen Risbang, Kemendiktisaintek Prof. Dr.rer.pol. Heri Kuswanto, M.Si., di sela membuka workshop menambahkan, target kementerian menggenjot 27,5 persen dari 70 ribu karya ilmiah dosen masih sangat jauh. Namun bukan berarti tidak mungkin dicapai dengan memperkuat kolaborasi. 

Para peserta workshop merupakan bagian dari tim untuk mencapai target itu. Saat ini, dari 60 ribuan karya baru sekitar 400 yang tembus jurnal Q1. Para peserta workshop juga berpeluang menjadi narasumber dalam berbagai program Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Dikti. "Kami punya banyak program. Nanti bapak/ibu bisa kami undang sebagai pakar," jelasnya. 

BACA JUGA:  Refleksi Hari Guru: Mengembalikan Esensi, Menyatukan Komitmen

Program unggulan lain di lembaganya, yakni Diaspora Berdampak. Pihaknya mengundang 200 diaspora untuk menjadi mentor di perguruan tinggi tanah air. Ada juga program kemitraan riset internasional. "Tugas kami bersama bapak/ibu untuk membangun ekosistem penelitian berkualitas," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, ketika seorang dosen berhasil menembus jurnal internasional terindeks Q1, dampaknya tidak hanya pada personal, tapi pada institusi. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagau program jangka pendek. "Bapak/ibu lihat di samping, kalau ada kesamaan bidang penelitian, 'monggo' kolaborasi," pungkasnya. 

Workshop PASTI Q1 diharapkan menjadi embrio kolaborasi dosen/peneliti di seluruh perguruan tinggi tanah air. Negara membutuhkan riset-riset terbaik untuk memecahkan persoalan di berbagai daerah. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top