Tangani Sampah, Pemkot Tingkatkan Anggaran DLHK Rp139,8 Miliar Pada APBD Perubahan 2026

1000517156
Rapat kerja pembahasan rancangan APBD perubahan tahun 2026 di DPRD Kota Denpasar, Selasa (15/9/2026) di Ruang Sidang DPRD Kota Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Anggaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK ) Kota Denpasar dirancang meningkat sebesar Rp139,80 miliar lebih, pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Selain itu, penambahan anggaran juga terjadi pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) mencapai 49,20 miliar. Sementara itu, ada penurunan anggaran di Dinas PUPR sebanyak Rp 19,68 miliar.

Hal itu menjadi pertanyaan saat rapat kerja pembahasan rancangan APBD perubahan tahun 2026 di DPRD Kota Denpasar, Selasa (15/9/2026). "Mohon dijelaskan terkait proporsi anggaran tersebut, termasuk penanganan sampah," ungkap Ketua Badan Anggaran yang juga Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, yang memimpin rapat kerja antara Badan Anggaran DPRD Kota Denpasar dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Denpasar, di ruang sidang DPRD Kota Denpasar.

Ketua TAPD Kota Denpasar yang juga Sekda Denpasar, IGN. Eddy Mulya memaparkan, penambahan anggaran pada DLHK digunakan untuk mendukung program prioritas penanganan sampah, ruang terbuka hijau, dan serta penunjang lingkungan lainnya.

"Ada banyak hal untuk operasional penanganan sampah, bag komposter, sewa truk, mesin pengolahan sampah, belanja alat operasional TPST, sampai belanja unit 3 truk," papar Eddy Mulya, seraya menambahkan bahwa ada rencana penambahan daya listrik di beberapa TPS3R.

Sementara peningkatan di Disdikpora digunakan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta pembinaan prestasi olahraga. "Ada juga untuk pembuatan DED yang dikerjakan tahun ini untuk sekolah yang diperbaiki tahun mendatang, pembenahan penyengker sekolah, infrastruktur pendukung di SMP, dan termasuk hibah untuk KONI," jelasnya.

Sedangkan pengurangan anggaran di Dinas PUPR dikarenakan ada penyesuaian dan efisiensi. "Salah satunya terkait efisiensi belanja modal jaringan dan irigasi," pungkas Eddy Mulya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top