Sinergi Astra Motor Bali dan Subdenpom IX/3-1 Singaraja, Wujudkan Personel Militer Sebagai Pelopor Keselamatan Berkendara

26-09-09_09-47-15-203
Astra Motor Bali gelar edukasi dan sosialisasi safety riding kepada jajaran personel militer dari Subdenpom IX/3-1 Singaraja. (Astra Motor Bali)

SINGARAJA-fajarbali.com | Dalam upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang baik dan benar, Astra Motor Bali menggelar edukasi safety riding yang menyasar jajaran personel militer dari Subdenpom IX/3-1 Singaraja. Langkah kolaboratif ini diambil untuk memperkuat fondasi kedisiplinan berkendara yang aman dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Kegiatan edukasi ini diikuti 33 peserta yang didatangkan dari seluruh wilayah tugas Kabupaten Buleleng. Dalam sesi pelatihan, materi yang disampaikan tidak sekadar berkutat pada teori dasar berlalu lintas, tetapi juga difokuskan pada kedisiplinan pra-berkendara. Hal ini meliputi prosedur wajib pemeriksaan kelengkapan riding gear standar keselamatan, serta inspeksi teknis menyeluruh terhadap kondisi fisik kendaraan sebelum digunakan berpatroli atau berkendara sehari-hari.

Lebih dari sekadar kesiapan teknis alat dan kendaraan, pelatihan ini menaruh perhatian besar pada aspek analitis pengendara, yakni pemahaman mengenai prediksi bahaya (hazard prediction) di jalan raya. Keterampilan membaca situasi lalu lintas ini dinilai sebagai poin paling krusial dalam keselamatan roda dua. Dengan penguasaan prediksi bahaya yang tajam, setiap personel diharapkan mampu mengantisipasi dan merespons berbagai potensi risiko kecelakaan secara lebih tanggap, taktis, dan tepat sasaran.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menyoroti bahwa tingkat kesadaran psikologis individu sering kali menjadi penentu utama keselamatan nyawa di jalan aspal. "Faktor utama penyebab kecelakaan sering kali bersumber dari diri sendiri atau faktor manusia (human factor). Oleh karena itu, kunci utama keselamatan sesungguhnya ada pada kemampuan kita dalam mengontrol diri dan mengelola emosi saat berada di jalan raya," tegasnya.

Yosepth menambahkan bahwa terwujudnya zero accident (nol kecelakaan) adalah sebuah hak sekaligus tanggung jawab komunal yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen. "Keselamatan di jalan raya adalah milik dan tanggung jawab bersama. Kami berkomitmen untuk terus menggaungkan jargon #Cari_Aman ke seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada area perkotaan, tetapi area rural atau pedesaan pun terus kami sentuh demi mewujudkan pemerataan pemahaman keselamatan berkendara di seluruh wilayah Bali," ungkapnya.

BACA JUGA:  Exhibition Motor Listrik, Cara Baru Astra Motor Bali Menyapa Konsumen Lebih Dekat

Melalui sinergi yang erat bersama Subdenpom IX/3-1 Singaraja, Astra Motor Bali menaruh harapan besar terhadap dampak positif dari program berkelanjutan ini. Para peserta diharapkan tidak hanya konsisten mempraktikkan standar pemeriksaan kendaraan dan prediksi bahaya untuk diri sendiri secara mandiri. Lebih jauh dari itu, personel militer ini diproyeksikan untuk menjadi panutan (role model) yang mampu mengedukasi dan menularkan semangat keselamatan berkendara kepada masyarakat luas di wilayah Buleleng. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top