Komisi VII DPR Dorong Terobosan Pembiayaan Kekayaan Intelektual bagi UMKM di Bali

2026-08-28-at-18.03.10
CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, dan jajaran pihak terkait dalam Kunjungan Kerja Panja Komisi VII DPR RI di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali. ( Nuanu Creative City)

TABANAN-fajarbali.com | Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar kunjungan kerja ke Nuanu Creative City, Beraban, Kabupaten Tabanan untuk mengakselerasi akses pembiayaan dan permodalan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif. Pertemuan strategis ini mempertemukan jajaran pembuat kebijakan, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, Pemerintah Daerah, Bank BPD Bali, hingga para pelaku usaha lokal guna merumuskan solusi atas hambatan permodalan yang selama ini dihadapi para wirausahawan.

Akses terhadap modal kerja dan fasilitas pengembangan usaha masih menjadi tantangan mendasar yang membatasi daya jangkau pasar UMKM dan industri kreatif. Memahami karakteristik bisnis kreatif yang unik, Komisi VII DPR RI bersama pemangku kepentingan mendorong implementasi skema pembiayaan inovatif, salah satunya berupa pemanfaatan aset berbasis kekayaan intelektual sebagai agunan permodalan. Selain skema berbasis HKI, pemerintah juga memprioritaskan perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor ekonomi kreatif serta instrumen pembiayaan alternatif seperti securities crowdfunding.

Kunjungan kerja yang berlangsung di Labyrinth Dome ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam membangun kawasan ekosistem terpadu yang memicu pertumbuhan ekonomi inklusif. Nuanu Creative City menjadi percontohan nyata integrasi infrastruktur kreatif yang terbukti mampu memberdayakan ratusan pelaku usaha lokal, mulai dari perajin, penyedia jasa, hingga usaha mikro perorangan. Tercatat sepanjang 2023 hingga 2025, keterlibatan usaha kecil dalam ekosistem ini mengalami lonjakan signifikan hingga 14 kali lipat.

Ketua Rombongan Kunjungan Kerja yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo menegaskan bahwa potensi ekonomi kreatif hanya akan meledak jika didukung oleh sistem keuangan yang ramah terhadap model bisnis sektor tersebut.

“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk membuka peluang bagi masyarakat dan usaha kecil. Namun agar potensi tersebut dapat berkembang, para pelaku usaha membutuhkan akses tidak hanya ke pasar dan jaringan, tetapi juga ke skema pembiayaan yang memahami karakteristik bisnis kreatif,” tegasnya.

BACA JUGA:  Desa Sejahtera Astra Tugu Utara Ekspor Kopi ke Aljazair

Ia menambahkan bahwa model kolaborasi terintegrasi yang melibatkan masyarakat sekitar patut dipelajari untuk diterapkan di wilayah lain.

“Nuanu dapat menjadi salah satu contoh bagaimana infrastruktur dan ekosistem ekonomi kreatif dapat membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut terlibat dan berkembang. Yang penting adalah bagaimana model-model seperti ini dapat dipelajari, disesuaikan, dan dikembangkan lebih lanjut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh UMKM dan sektor ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Rahayu.

Pemanfaatan rantai pasok lokal hingga ke tingkat desa menjadi variabel penting dalam menahan perputaran uang tetap berada di lingkungan sekitar. Melalui kemitraan terstruktur di 18 desa di Tabanan, kebutuhan operasional dan program komunitas disalurkan secara langsung melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Model pengadaan berbasis komunitas ini terbukti mampu menggerakkan 38 UMKM dan BUMDes lokal secara berkelanjutan.

Dampak positif dari skema kemitraan ini dirasakan langsung oleh pengelola usaha tingkat desa yang menjadi garda terdepan perekonomian warga.

“Bantuan pangan yang kami salurkan dibeli dan didistribusikan melalui BUMDes, sehingga nilai ekonominya tetap berputar di dalam desa. Ini mendukung perekonomian lokal dan masyarakat yang tinggal di desa,” ungkap Ketua BUMDes Beraban, I Gede Putu Waisnawa.

Integrasi lintas sektor ini membuktikan bahwa sinergi antara regulasi pemerintah, dukungan lembaga keuangan, dan komitmen pelaku industri mampu menciptakan ruang tumbuh yang nyata bagi UMKM.

“Kami melihat Nuanu sebagai salah satu bagian dari ekosistem yang jauh lebih besar. Dari pengalaman kami, ketika pelaku usaha lokal, masyarakat, lembaga keuangan, dan sektor swasta dapat saling terhubung, akan semakin banyak peluang yang bisa tercipta. Kami berterima kasih kepada Komisi VII dan seluruh pihak yang terlibat karena telah membuka ruang untuk berdiskusi dan memungkinkan kami berbagi pengalaman yang telah kami pelajari,” tutur CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll. (M-001)

BACA JUGA:  Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026: Kisah Inspiratif Nasabah PNM Yogyakarta

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top