Ketua DPRD Bali: Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali Jadi Momentum Mengenang Sejarah dan Perjalanan Pembangunan 

IMG-20260815-WA0025
Rapat Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026). [foto: IGA Adnyana]

DENPASAR-fajarbali.com | DPRD Bali menggelar Rapat Paripurna ke-47 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026).

Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, menegaskan bahwa, peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang sejarah dan perjalanan pembangunan Bali.

Dewa Made Mahayadnya menyampaikan bahwa, momen peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali sebagai bentuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan, pendahulu, dan seluruh pihak yang telah memberikan pengabdian bagi Bali.

Pemilik sapaan karib Dewa Jack ini, berharap peringatan Hari Jadi Provinsi Bali, hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk menyatukan pikiran, agar dapat selalu rukun, sehati-sepakat, saling menghormati, akrab dan guyub dalam melaksanakan swadharma.

"Jadi, marilah bersama-sama kita landasi, kukuhkan, dan teguhkan dengan memusatkan pikiran pada kesucian yang tulus, bersih, guna memancarkan kewibawaan dan keagungan taksu Pulau Bali, agar semakin terkenal dan termasyhur di dunia," kata Dewa Jack.

Dia menegaskan, momentum mengenang perjalanan 68 tahun Provinsi Bali ini, sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam menjaga Bali serta melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan.

Peringatan ini, kata dia, juga menjadi ruang evaluasi dan introspeksi agar Bali senantiasa tegak, kokoh, dan berkembang dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali hendaknya menjadi momentum untuk menyatukan tekad dan semangat, hidup harmonis, bersatu, saling menghargai, serta mempererat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban,” imbuhnya.

Apalagi, menurut dia, Bali sudah terkenal  dimancanegara karena, Pulau Dewata bagaikan wajah Negara Indonesia, yang memiliki keberadaan budaya luhur, warisan Leluhur dan guru-guru suci Bali yang mahir, bijaksana dan arif dalam Dharma Prawerti Kehidupan.

BACA JUGA:  Sekwan Bali Dalami Implementasi Kendaraan Listrik di Jakarta 

"Semua itu telah terbukti, tertulis di dalam pustaka lontar yang suci sampai pada seni-budaya, dan Tata Titi Sad Kerthi, sebagai jiwa dan pedoman Pulau Bali. Semua itu patut menjadi pedoman juga sekaligus ukuran dan pegangan bagi kita semua dalam menjaga, memelihara, dan memuliakan Pulau Bali milik kita," tegasnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah mengikuti rangkaian kegiatan serta menyatukan tekad, perhatian, dan kesungguhan bagi kemajuan Bali.

Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi: menjaga warisan masa lalu, menyelesaikan tantangan hari ini, serta bersama-sama membangun Bali yang aman, maju, sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top