Lebih dari Sekadar Destinasi Wisata, GWK Buka Ruang Terbuka Hijau untuk Komunitas Wellness

1000716103
Para peserta mengikuti Pilates hingga Yoga di kawasan GWK Bali. (GWK)

MANGUPURA-fajarbali.com | Gaya hidup sehat masyarakat urban kini mengalami pergeseran makna yang signifikan. Tidak lagi sekadar berfokus pada aktivitas fisik yang berat, tren kebugaran masa kini kian mengedepankan keseimbangan antara kesehatan jasmani dan ketenangan mental (mental well-being). Praktik-praktik seperti yoga, pilates, meditasi, serta beragam kegiatan wellness lainnya melesat menjadi kebutuhan esensial dalam menjaga kualitas hidup di tengah dinamika harian.

​Seiring meningkatnya kesadaran tersebut, preferensi pemilihan ruang untuk beraktivitas pun ikut berubah. Sesi olahraga yang mulanya dominan dilakukan di dalam studio kini mulai bergeser ke area terbuka. Paparan udara segar, sinar matahari pagi, serta suasana alam yang tenang dinilai mampu mengoptimalkan fokus latihan sekaligus memberikan pengalaman sensorik yang menyegarkan bagi para praktisi wellness.

​Menjawab fenomena tersebut, GWK Cultural Park Bali memanfaatkan potensi area terbukanya sebagai sarana kegiatan kebugaran. Salah satu implementasi teranyarnya adalah gelaran Morning Mat Pilates yang bekerja sama dengan SAIA Pilates di Plaza Wisnu. Dilaksanakan pada pagi hari sebelum jam kunjungan wisata dimulai, kegiatan ini menawarkan sensasi berlatih pilates di lingkungan yang masih tenang dan berudara bersih.

​Kombinasi antara olah tubuh dan lanskap megah kawasan budaya ini memberikan impresi mendalam bagi para peserta. Pemandangan ikonik Patung Garuda Wisnu Kencana yang melatari area latihan dinilai mampu menghadirkan nilai tambah yang tidak didapatkan dalam kelas indoor. Hal ini menjadikan setiap sesi kebugaran terasa lebih berkesan dan imersif.

​Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, mengonfirmasi bahwa pemanfaatan area luar ruangan ini merupakan bentuk adaptasi destinasi terhadap kebutuhan kebugaran masyarakat. Menurutnya, GWK telah merangkul berbagai jenama kebugaran sejak tahun lalu untuk memanfaatkan ruang terbuka kawasan tersebut secara optimal.

BACA JUGA:  Cap Bali Group Gelar Sanur Fashion Week 2026, Hadirkan Runway di Atas Breakwater Pantai

​"Morning Mat Pilates menjadi salah satu contoh pemanfaatan ruang terbuka di GWK untuk kegiatan berbasis wellness. Sejak 2025, GWK Cultural Park telah menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai aktivitas serupa bersama sejumlah brand, di antaranya Earth Love Life, A Plus, dan SAIA Pilates melalui program Morning Mat Pilates, serta sesi meditasi yang memanfaatkan suasana kawasan sebagai bagian dari pengalaman yang dihadirkan," ujar Rossie.

​Tidak berhenti pada sesi pagi hari, pendaftaran agenda wellness di GWK dipastikan akan terus berlanjut. Pada bulan September mendatang, kawasan ini dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi program "The Sacred Sunset", sebuah sesi Sunset Yoga yang diinisiasi oleh Micro Mindfulness untuk menghadirkan pengalaman relaksasi jelang senja.

​"Kehadiran berbagai brand dengan konsep wellness-nya masing-masing menunjukkan bahwa ruang terbuka di GWK dapat mengakomodasi berbagai aktivitas wellness di tengah kawasan budaya Bali," tambah Rossie.

​Melalui komitmen ini, GWK Cultural Park mempertegas perannya tidak hanya sebagai destinasi wisata budaya dan lokasi acara berskala besar, tetapi juga sebagai ruang inklusif bagi pengembangan diri. Terbuka bagi berbagai elemen seperti olahraga, seni, hingga pendidikan, kawasan ini terus membuka peluang kolaborasi luas bagi komunitas yang ingin menciptakan kegiatan kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat umum. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top