DENPASAR-fajarbali.com | Gelaran jazz internasional bereputasi tinggi, Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2026, dipastikan kembali menyapa para pecinta musik pada 7–8 Agustus 2026 mendatang. Bertempat di STHALA Ubud Bali, A Tribute Portfolio Hotel, festival yang memasuki penyelenggaraan ke-13 ini siap menghadirkan pertunjukan jazz kelas dunia dengan latar keindahan alam Ubud yang intim. Mengusung keberagaman kurasi musik, mulai dari straight-ahead jazz, big band, hingga kolaborasi kontemporer lintas budaya, UVJF terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perhelatan jazz paling bergengsi di Asia Tenggara.
Sejak didirikan pada tahun 2013, UVJF konsisten beroperasi sebagai festival berbasis komunitas yang berfokus pada keunggulan musikalitas dan pertukaran budaya. Di tengah tantangan finansial dan keterbatasan sumber daya, pihak penyelenggara memilih untuk tidak mengorbankan kualitas maupun identitas genre demi mengejar komersialisasi massal. Keberlangsungan perhelatan ini menjadi bukti nyata atas besarnya dukungan kolaboratif antara musisi, jaringan media, sponsor, serta lembaga kebudayaan dari berbagai negara yang percaya pada visi murni festival tersebut.
Co-founder UVJF, Anom Darsana, menegaskan bahwa keberhasilan festival bertahan hingga saat ini merupakan hasil dari kepercayaan kolektif ekosistem seni. "Secara finansial, kami benar-benar harus berjuang agar festival ini tetap bisa terlaksana dengan sumber daya yang terbatas. Kalau hari ini festival ini tetap bisa berdiri, itu terjadi karena begitu banyak orang yang percaya pada festival ini," ujar Anom seraya menambahkan bahwa keputusannya untuk mempertahankan skala festival yang intim justru menjadi nilai tambah serta identitas utama yang akan terus dijaga.










