DENPASAR-fajarbali.com | Pelumas atau oli sepeda motor memegang peranan krusial dalam menjaga performa dan daya tahan komponen mesin dari gesekan langsung. Namun, tingginya permintaan pasar terhadap brand-brand besar seperti AHMOIL kini memicu maraknya peredaran oli palsu yang justru berisiko merusak mesin kendaraan. Menanggapi fenomena yang merugikan konsumen ini, Astra Motor Bali bergerak aktif memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya ketelitian sebelum membeli pelumas.
Guna memutus rantai pasokan kemasan bagi para pelaku pemalsuan, Astra Motor Bali mengimbau jaringan bengkel umum untuk menerapkan langkah preventif yang ketat pada limbah botol. Pihaknya menegaskan agar botol atau kaleng bekas oli original tidak dibuang begitu saja dalam kondisi utuh. Setiap bengkel diwajibkan untuk merusak kemasan tersebut, misalnya dengan cara ditoreh atau melubanginya, guna memastikan wadah kosong tersebut tidak dapat dimanfaatkan kembali oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk diisi ulang.
Selain pengawasan pada kemasan bekas, ketelitian konsumen saat membeli produk baru menjadi benteng pertahanan utama dalam menghindari penipuan. Konsumen diminta untuk memeriksa dengan saksama detail fisik kemasan serta kesesuaian kode produksi yang tertera pada produk asli. Meski teknologi pemalsuan makin canggih, inkonsistensi pada detail kecil dan kerapian cetakan kemasan tiruan biasanya masih dapat diidentifikasi oleh mata yang jeli.
Tim Spare Part Astra Motor Bali, Nehemia menyebutkan salah satu fitur validasi paling akurat yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah pemindaian QR code atau kode batang yang tersemat pada botol pelumas Honda asli. “Saat dipindai, QR code original akan mengarahkan pengguna ke situs resmi PT Astra Honda Motor (AHM) dan menampilkan kode angka yang cocok dengan botolnya. Sebaliknya, kode pada produk palsu akan memicu eror atau mengarah ke situs tiruan. Uniknya lagi, sistem keamanan QR code asli Honda dirancang sangat ketat dan hanya dapat dipindai maksimal oleh lima perangkat berbeda,” ungkapnya.
Nehemia mengingatkan para pengendara untuk selalu waspada karena popularitas sebuah merek sering kali menjadikannya sasaran empuk pemalsuan. Kendati regulasi hukum telah mengatur sanksi tegas bagi para pelaku kejahatan ini, peran aktif masyarakat dalam mengenali karakteristik produk original tetap menjadi kunci utama di lapangan. "Kalau tidak laku, tidak mungkin dipalsukan. Artinya, produk kami memiliki daya jual dan kepercayaan tinggi di masyarakat," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi terbaik, konsumen sangat disarankan untuk selalu melakukan penggantian pelumas di bengkel resmi atau toko variasi yang telah terpercaya. Penggunaan oli asli secara konsisten tidak hanya menjamin performa sepeda motor tetap berada di level maksimal, melainkan juga menjaga investasi jangka panjang kendaraan agar tetap awet. Melalui edukasi yang berkelanjutan ini, Astra Motor Bali berharap masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas dan terhindar dari kerugian material akibat oli palsu. (M-001)










