BULELENG-fajarbali.com | Puluhan babi yang mati secara mendadak, pemerintah daerah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng langsung bergerak cepat. Bukan hanya melakukan pendataan namun langsung melakukan penyemprotan disfektan terhadap semua kendang babi milik warga yang ternaknya mati secara mendadak.
Dalam penyemprotan yang dilakukan guna menyeterilkan kendang babi dari virus yang mematikan ternak babi secara mendadak yang terjadi dua bulan bekangan ini.
“Setelah kami menerima laporan terkait beberapa ekor babi warga yang mati mendadak kami langsung melakukan Tindakan melakukan penyemprotan terhadap kendang babi milik peternah rumahan dengan menggunakan disfektan. Hal itu dilakukan guna menyeterilkan kendang terbebas dari virus mematikan,”jelas Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Lebih jauh tutur Melandrat, dimana demam yang dialami pada babi sebelum mati pihaknya belum berani memastikan virus penyebabnya apakah kematian babi itu diakibatkan oleh virus ASF atau CSF karena pihaknya belum melakukan pemeriksaan ke Laboratorium.
“Kalau ditanya masalah virus yang menyebabkan kematian terhadap babi kami belum berani memastikan karena semua itu belum diperiksakan ke laboratorium karena baru kami mengambil sempel dari babi yang masih sakit,”imbuhnya.
Namun pihaknya mengakui telah melakukan pemberian pemahaman terhadap para peternak utamanya dalam menjaga Kesehatan ternak dengan mentaati beberapa jalan seperti mejaga kebersihan kendang beserta ternak, pemerian disfektan, pemerinan obat kutu pada ternak serta pemberian pembasmi pada lalat.
“Upaya yang lain yang telah kami lakukan seperti pemerian pemahaman terhadappara peternak untuk menjaga Kesehatan ternaknya seperti kebersihan kendang dan ternaknya. Kami juga telah memberikan obat anti lalat serta kuti yang tentunya sangat mempengaruhi penyebaran terhadap virus yang mematikan,”lanjutnya.
Seperti pemeritaan sebelumnya, Sejak dua bulan, puluhan babi milik peternak rumahan yang ada di Dusun Kuhum hingga Desa Ularan, Kecamatan Seririt mati mendadak. Dari waktu dua bulan kurang lebih sebanyak 50 ekor babi milik warga mati secara mendadak. @gus









