MANGUPURA-fajarbali.com | Perum BULOG memperketat pengawasan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) demi menjamin kelancaran program strategis nasional. Langkah konkret ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Direktur Keuangan Perum BULOG, Hendra Susanto, ke Kompleks Pergudangan Sempidi, Kabupaten Badung. Peninjauan menyeluruh dilakukan mulai dari kelaikan sistem penyimpanan gudang, pengecekan mutu fisik komoditas, hingga kesiapan armada distribusi untuk alokasi Bantuan Pangan bulan Juli 2026.
Direksi menegaskan pentingnya akurasi dan standardisasi di lini operasional agar program jaring pengaman sosial ini berdampak optimal. Pengelolaan pasokan secara profesional menjadi kunci utama mitigasi risiko kerawanan pangan di daerah. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum edukasi internal bagi jajaran pergudangan agar konsisten menerapkan tata kelola komoditas yang akuntabel dan bermutu tinggi sebelum dilepas ke masyarakat.
“Bantuan Pangan merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Karena itu, kesiapan stok, kualitas beras, dan kelancaran distribusi menjadi prioritas utama yang harus dipastikan oleh seluruh insan BULOG,” ujar Hendra Susanto.
Saat ini, total stok Public Service Obligation (PSO) yang dikuasai oleh Perum BULOG Kantor Wilayah Bali tercatat aman dan sangat mencukupi, yakni mencapai 11.464.157 kilogram. Melalui volume pasokan tersebut, BULOG tidak hanya mengamankan kebutuhan pos Bantuan Pangan Juli, melainkan juga siap melakukan intervensi pasar jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga beras di wilayah Provinsi Bali.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menyatakan kesiapan penuh sarana distribusi pasokan pangan tersebut. “Kami telah melakukan berbagai langkah persiapan, mulai dari memastikan kualitas beras, kesiapan armada distribusi, hingga koordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Stok PSO yang kami kuasai saat ini sekitar 11 juta kilogram untuk di Bali. Kami optimistis penyaluran berjalan lancar,” jelasnya.
Melalui sinergi intensif bersama pemerintah daerah, BULOG berkomitmen mewujudkan distribusi pangan yang tepat waktu dan tepat sasaran. Penguatan tata kelola pergudangan yang berkelanjutan diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Hasilnya, penerima manfaat di Bali dapat merasakan dampak nyata dari kehadiran cadangan pangan negara yang dikelola secara profesional. (M-001)










