DENPASAR-fajarbali.com | The Cakra Hotel berhasil mencatatkan kinerja gemilang sepanjang semester pertama tahun 2026. Hotel yang kini resmi menyandang predikat bintang empat tersebut membukukan rata-rata tingkat hunian (okupansi) berada di angka 80% untuk periode Januari hingga Juni 2026. Pencapaian ini menandai adanya peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu. Lonjakan kunjungan tertinggi dilaporkan terjadi pada momen perayaan Nyepi di bulan Maret serta musim libur sekolah di bulan Juni.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi manajemen yang agresif dalam membangun kemitraan strategis. Selain mengamankan pasar dari sektor korporasi dan grup, hotel yang mengusung konsep oase hijau asri ini gencar merangkul berbagai komunitas lokal di Bali untuk menyelenggarakan aktivitas di area hotel. Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas kunjungan sekaligus menghidupkan atmosfer hotel sebagai ruang interaksi sosial yang dinamis.
“Okupansi di The Cakra Hotel dari periode Januari-Juni 2026 rata-rata berada di angka 80% karena kita sudah ada kerjasama dengan grup. Selain grup, kita juga bekerjasama dengan komunitas-komunitas lokal yang ada di Bali, jadi sometime kita juga mengundang komunitas tersebut untuk mengadakan aktivitas di sini. Tamu asing masih didominasi Australia, sementara domestik masih Jakarta dan Surabaya,” ujar Marketing Eksekutif The Cakra Hotel, Anggrenia.
Tidak hanya menyasar tamu yang menginap, hotel ini juga membuka pintu bagi masyarakat lokal melalui serangkaian lokakarya (workshop) kreatif, mulai dari seni merangkai bunga, pembuatan parfum, hingga kelas berenang profesional. Pihak manajemen bahkan meluncurkan program rekreasi ramah kantong bagi pengunjung harian (non-staying guest). Hanya dengan merogoh kocek mulai dari Rp50.000, pengunjung sudah dapat menikmati fasilitas kolam renang yang panjang (lap pool) lengkap dengan handuk dan minuman, atau paket Rp85.000 yang sudah termasuk hidangan nasi goreng atau mie goreng.










