AussieBanget University Roadshow 2026, Perkuat Hubungan Bilateral Unud-Konjen Australia

IMG-20260602-WA0040
Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia dan Konjen Australia di Bali menyelenggarakan AussieBanget University Roadshow 2026 bertajuk “Bridging Futures: Youth Leadership, Cultural Exchange and People-to-People Connections in the Australia–Indonesia Relationship” di Kampus Jimbaran, Selasa (2/6/2026).

MANGUPURA-fajarbali.com | Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia dan Konsulat Jenderal Australia di Bali menyelenggarakan AussieBanget University Roadshow 2026 bertajuk “Bridging Futures: Youth Leadership, Cultural Exchange and People-to-People Connections in the Australia–Indonesia Relationship” yang berlangsung di Aula Lantai 3 Perpustakaan Unud, Kampus Jimbaran, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi bagi mahasiswa, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Australia melalui pendidikan, pertukaran budaya, dan kepemimpinan generasi muda.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Unud, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, S.T., M.T., IPM., yang mewakili Rektor Universitas Udayana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Australia, Konsulat Jenderal Australia di Bali, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Tema yang diangkat pada kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi dunia yang semakin terhubung. Kolaborasi, saling pengertian, dan keterlibatan budaya menjadi faktor penting dalam memperkuat hubungan internasional. Universitas memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki perspektif global, kompetensi lintas budaya, dan kemampuan berkolaborasi untuk menghadapi tantangan masa depan," ujar Prof. Made Sucipta.

Ia menegaskan bahwa Unud telah menjalin berbagai kerja sama dengan institusi pendidikan dan organisasi di Australia yang mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pertukaran akademik, pengembangan kapasitas, serta berbagai program kolaboratif lainnya yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan inovasi.

Sementara itu, Konjen Australia di Bali, Jo Stevens, menyampaikan bahwa hubungan Australia dan Indonesia dibangun tidak hanya melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat yang kuat, terutama di kalangan generasi muda.

BACA JUGA:  Drakor Menginspirasi Cita-cita, Desy Yakin Perempuan Juga Bisa Menjadi Jaksa Hebat

"Hari ini Anda juga akan mendengar tentang Australia Awards, salah satu program beasiswa tertua di Indonesia. Program ini memberdayakan warga Indonesia yang berbakat untuk belajar di Australia dan membawa perspektif baru, optimisme, serta energi baru bagi hubungan bilateral kita," ungkap Jo Stevens.

Ia juga menyoroti eratnya hubungan antara Unud dan Australia yang telah terjalin melalui berbagai bentuk kerja sama akademik.

"Universitas Udayana dan Australia telah bekerja sama selama bertahun-tahun melalui kemitraan akademik, program gelar ganda, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan tentu saja Aussie Banget Corner. Universitas Udayana merupakan universitas pertama di Bali yang memiliki Aussie Banget Corner dan kami bangga dapat meresmikan kembali fasilitas tersebut pada Januari lalu," jelasnya.

Jo Stevens mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan Aussie Banget Corner yang berada di Perpustakaan Pusat Universitas Udayana sebagai sumber informasi mengenai Australia dan peluang studi di negara tersebut.

"Saya mengajak seluruh mahasiswa untuk berkunjung ke Aussie Banget Corner, melihat berbagai buku dan materi yang tersedia, serta memanfaatkan berbagai informasi mengenai Australia dan kesempatan belajar yang dapat membuka peluang baru bagi masa depan," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Jo Stevens juga memperkenalkan para narasumber yang hadir, yakni Dr. Kirrilee Hughes, seorang profesional dan peneliti pendidikan internasional yang memiliki pengalaman luas di kawasan Asia Tenggara, serta Laksmi DeNeefe Suardana, Puteri Indonesia 2022 dan Duta Ubud Writers & Readers Festival yang aktif mempromosikan literasi, budaya, dan komunikasi lintas budaya.

Sesi panel diskusi dimoderatori oleh Putu Ayu Asty Senja Pratiwi dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Dr. Kirrilee Hughes seorang profesional dan peneliti pendidikan internasional yang memiliki pengalaman luas di kawasan Asia Tenggara, I Nyoman Darma Putra, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unud, dan Laksmi DeNeefe Suardana, Puteri Indonesia 2022 dan Duta Ubud Writers & Readers Festival yang aktif mempromosikan literasi, budaya, dan komunikasi lintas budaya. (rel)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top